Momen Rocky Gerung Berbincang Hangat dengan Prabowo dan Seskab di Istana Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 21:53
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Akademisi Rocky Gerung (tengah) dan Ketua Dewan Direktur Great Institute Syahganda Nainggolan (kiri) usai pelantikan pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). ANTARA/Bayu Pratama Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Akademisi Rocky Gerung (tengah) dan Ketua Dewan Direktur Great Institute Syahganda Nainggolan (kiri) usai pelantikan pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). ANTARA/Bayu Pratama (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Akademisi Rocky Gerung terlihat berbincang dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Presiden RI Prabowo Subianto di sela acara pelantikan pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Berdasarkan pantauan, Rocky hadir mengenakan batik cokelat untuk menghadiri pelantikan Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Ia datang bersama sejumlah aktivis, termasuk Syahganda Nainggolan.

Saat berada di barisan belakang, Rocky didatangi Teddy Indra Wijaya. Keduanya tampak berbincang hangat, bahkan Rocky sempat menepuk bahu Teddy sebelum prosesi pelantikan dimulai.

Usai pelantikan, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyalami para pejabat yang dilantik serta tamu undangan, termasuk Rocky. Dalam momen tersebut, Rocky dan Prabowo sempat berbincang santai disertai tawa, sementara interaksi dengan Gibran juga berlangsung hangat.

Rocky menjelaskan kehadirannya sebagai bagian dari masyarakat sipil yang diundang, sekaligus mendampingi Jumhur Hidayat yang telah lama dikenalnya.

"Jumhur Hidayat itu mantan narapidana, tapi dia seorang intelektual, dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB. Jadi karena dia saya kenal, maka saya dampingi itu. Itu alasan saya ada di sini," kata Rocky kepada awak media.

Terkait perbincangannya dengan Teddy, Rocky mengungkapkan diskusi mereka menyinggung etika kepemimpinan, khususnya terkait bahasa tubuh.

"Ya, saya ngomong dengan Seskab, ya ngomong tentang ethics of care dan ethics of rights. Ethics of care artinya cara secara psikologis memperlihatkan kepemimpinan melalui bahasa tubuh. Bukan melalui tubuh ya, melalui bahasa tubuh gitu. Nah, bahasa tubuh kita ada dua tuh, bahasa tubuh yang terucap dan bahasa tubuh yang tersembunyi," kata Rocky.

Baca Juga: Saat Isu Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung dan Jumhur Terlihat Datangi Istana

Ia menilai Teddy mampu menempatkan ekspresi kepemimpinan secara tepat sesuai situasi.

"Saya bilang Pak Teddy ini mampu untuk memilah kapan bahasa tubuh yang terucap itu dipamerkan, kapan bahasa tubuh yang sifatnya psikologis itu disimpan untuk hal-hal yang momentum," ujar dia.

Sementara saat berbincang dengan Presiden Prabowo, Rocky menyebut pertemuan tersebut berlangsung santai layaknya diskusi lama.

"Sama Pak Prabowo ya saya salaman tadi, dan Pak Prabowo kan teman saya diskusi dulu-dulu. Dan beliau, 'wah Pak Rocky terima kasih hadir, dan ternyata Pak Rocky masih disiden,' gitu. Tapi Anda lihat wajahnya wajah bercanda. Emang saya disiden. Disiden tahu artinya kan?" Kata Rocky.

Dalam kesempatan itu, Rocky juga menyoroti pentingnya peran Kementerian Lingkungan Hidup yang kini dipimpin Jumhur Hidayat. Ia menilai isu lingkungan memiliki dimensi global dan menjadi perhatian generasi muda, termasuk sekitar 70 juta generasi Z di Indonesia.

"Jadi saya anggap bahwa Pak Jumhur itu mewakili kepentingan minimal 70 juta langsung anak muda. Apalagi kalau itu dihubungkan dengan keinginan untuk menjadikan environment itu sebagai sumbangan kita pada planet dunia global. Kan itu intinya," ucapnya.

Baca Juga: Rocky Gerung Beberkan Hadiri Pelantikan Pejabat Baru di Istana Negara

Rocky menegaskan dirinya tidak menjadi bagian dari kabinet, namun akan tetap menjalankan fungsi pengawasan sebagai bagian dari masyarakat sipil.

"Tentu saya bukan bagian dari kabinet, tapi saya mau jaminkan bahwa masyarakat sipil akan bersama dengan Pak Jumhur, karena Pak Jumhur aktivis, dia mengerti tentang kesulitan ekonomi, dia pimpinan buruh. Jadi sekali lagi Pak Jumhur itu mengerti politik," pungkasnya.

Diketahui, dalam pelantikan tersebut Presiden Prabowo juga melantik sejumlah pejabat lain, di antaranya Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina, serta Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

(Sumber: Antara)

x|close