Ntvnews.id
“(Info) itu hoaks,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Hendarsam menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan perhatian khusus terhadap isu tersebut dan langsung melakukan pengecekan sejak informasi itu beredar.
“Tidak benar bahwa data imigrasi telah mengalami kebocoran,” ujarnya.
Baca Juga: Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Gim Belum Rilis di Sistem IGRS
Ia menambahkan, salah satu indikasi bahwa informasi tersebut tidak valid adalah dari unggahan yang beredar, di mana klaim yang disampaikan belum terverifikasi serta berasal dari akun dengan tingkat kredibilitas rendah karena baru dibuat.
Berdasarkan hasil investigasi awal, ditemukan adanya perbedaan antara field database yang beredar dengan sistem database resmi milik imigrasi.
“Kami pastikan bahwa tidak ada akses langsung ke database imigrasi, dan data tersebut diduga berasal dari login pengguna layanan yang disalahgunakan,” ungkapnya.
Hendarsam Marantoko Akan Dilantik sebagai Dirjen Imigrasi pada April 2026 (HMP Lawfirm)
Sebelumnya, isu kebocoran data ini muncul melalui unggahan di media sosial yang menyebutkan adanya penjualan data imigrasi di dark web.
Dalam klaim tersebut, disebutkan bahwa sekitar 3 juta data dari layanan e-Visa Indonesia telah bocor.
Baca Juga: Ditjen Imigrasi Sebut Belum Terima Permohonan Cegah Syekh Ahmad Al Misry
Data yang diklaim bocor meliputi nomor paspor, nama lengkap, status visa, hingga identifikasi visa.
Meski demikian, Ditjen Imigrasi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan layanan keimigrasian bagi masyarakat.
“Imigrasi terus berkomitmen untuk mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan pada seluruh layanan keimigrasian,” kata Hendarsam.
(Sumber: Antara)
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko. (ANTARA/Laily Rahmawaty.) (Antara)