Ntvnews.id, Jakarta, 28 April 2026 - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian dipandang sebagai langkah strategis pemerintah yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menanam fondasi kuat bagi masa depan ekonomi Indonesia.
Chief Economist IQI Global, Shan Saeed menilai, di tengah dinamika global yang penuh tekanan, kebijakan ini dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan ketahanan ekonomi nasional.
Menurut Shan, kebijakan seperti MBG memang tidak memberikan dampak instan. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan ekonomi membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil nyata.
“Program makan gratis adalah langkah baru, investasi jangka panjang. Memang tidak langsung terasa hasilnya, butuh waktu,” katanya di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Ia menambahkan, secara umum dampak kebijakan ekonomi baru akan terlihat dalam kurun 12 hingga 15 bulan setelah implementasi.
Di tengah tekanan global, mulai dari kenaikan harga minyak hingga konflik geopolitik dan isu ketahanan pangan, Indonesia dinilai masih berada dalam posisi yang relatif baik.
Baca Juga: Airlangga: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Shan melihat kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok sebagai salah satu kekuatan utama.
“Saya lihat Indonesia cukup baik dalam menjaga pasokan makanan pokok seperti beras, ayam, telur,” ungkapnya.
Program MBG juga dinilai berperan dalam memastikan akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Ketika kebutuhan seperti makanan, listrik, dan air dapat terpenuhi, kata Shan, menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
“Kalau kebutuhan dasar seperti makanan, listrik, air terpenuhi, itu sudah berkah besar,” lanjut Shan.
Lebih jauh, ia menilai bahwa keseriusan pemerintah dalam melakukan reformasi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai terlihat dari berbagai indikator.
Baca Juga: APPMBGI dan Kemenko Pangan Sepakat Perkuat Kolaborasi dalam Tata Kelola Program MBG
Stabilitas kebijakan, pertumbuhan ekonomi, serta kredibilitas pemerintah menjadi faktor utama yang diperhatikan investor.
“Investor melihat angka-angka ini. Dan data terbaru juga menunjukkan tren yang positif,” jelasnya.
Ke depan, peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih terbuka lebar. Bahkan, Shan menyebut bahwa jika tensi konflik global mereda, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melampaui angka 6 persen.
Dengan demikian, program MBG tidak hanya dipandang sebagai kebijakan sosial, tetapi juga sebagai investasi strategis yang dapat memperkuat kualitas SDM, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong ketangguhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Arsip - Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Istimewa)