KAI Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Investigasi Masih Berlangsung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 06:40
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono dalam kegiatan takziah kepada keluarga korban pada Rabu (29/4) Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono dalam kegiatan takziah kepada keluarga korban pada Rabu (29/4) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas insiden tabrakan antara Kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di area Stasiun Bekasi Timur.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi serta Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono melakukan kunjungan takziah kepada keluarga korban pada Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan tersebut diawali dengan mendatangi kediaman almarhumah Nurlaela di wilayah Cikarang Timur. Dalam kesempatan itu, rombongan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke dua rumah duka lainnya yang berada di kawasan Tambun, yakni kediaman almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna.

Di waktu yang berbeda, jajaran Direksi KAI juga telah mengunjungi rumah duka korban di sejumlah lokasi lainnya. Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian serta tanggung jawab perusahaan kepada keluarga korban, sekaligus penyerahan santunan.

Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf sekaligus rasa duka cita kepada seluruh keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini. Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan,” ujar Bobby.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan bersama instansi terkait dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan operasional.

“Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga,” lanjutnya.

Sementara itu, keluarga korban berharap agar penyebab kecelakaan dapat segera terungkap. Hary Marwata, ayah dari almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, menyampaikan bahwa putrinya merupakan pengguna rutin KRL dalam aktivitas sehari-hari.

“Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui,” ungkapnya.

Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf Atas Pernyataan Kontroversial Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang. Selain itu, 45 korban masih menjalani perawatan, sementara 45 lainnya telah diperbolehkan pulang. Seluruh korban ditangani di beberapa rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI Group memberikan santunan kepada para korban. Untuk korban meninggal dunia diberikan santunan sebesar Rp35.000.000, sementara korban luka menerima Rp15.000.000.

KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik korban yang ditemukan akan dikelola dengan baik dan dikembalikan kepada keluarga melalui posko khusus yang telah disediakan. Posko informasi dan layanan didirikan di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir guna melayani kebutuhan pelanggan terdampak lainnya.

Dalam proses penanganan di lokasi kejadian, KAI memastikan jalur rel di area Bekasi Timur telah melalui tahapan evakuasi serta pembersihan. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan sebelum operasional kembali dijalankan guna menjamin keamanan perjalanan.

Mulai pukul 14.00 WIB, Stasiun Bekasi Timur kembali beroperasi melayani penumpang. Perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang pun mulai berjalan normal secara bertahap dengan tetap mengedepankan kehati-hatian.

Baca Juga: DPR Minta Dirut KAI Mundur, Bukan Cuma Salahkan Operator Lapangan

“Seluruh tahapan telah melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api,” jelas Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.

KAI menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru secara berkala terkait perkembangan penanganan, sekaligus mendampingi keluarga korban dalam masa sulit ini.

“Perusahaan juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian keluarga korban serta para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung,” tutup Anne.

(Sumber: Antara)

x|close