John Herdman Pilih Istirahat untuk Evaluasi Timnas Usai FIFA Series 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 09:15
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pesepak bola Timnas Indonesia Kevin Diks (kiri) mendapatkan arahan dari pelatih John Herdman saat melawan Saint Kitts and Nevis Victor Tinoco pada pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat 27 Maret 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma/wpa. Pesepak bola Timnas Indonesia Kevin Diks (kiri) mendapatkan arahan dari pelatih John Herdman saat melawan Saint Kitts and Nevis Victor Tinoco pada pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat 27 Maret 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma/wpa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, mengungkapkan rencananya untuk beristirahat sejenak usai menjalani dua pertandingan pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim setelah kemenangan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis pada Jumat, 27 Maret 2026, serta kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria pada Senin, 30 Maret 2026.

"Untuk perbaikan, saya akan meninjau pertandingan dalam dua minggu ke depan. Saat ini saya masih emosional karena kami sangat ingin menang," kata Herdman dalam konferensi pers usai laga final.

Ia menambahkan bahwa evaluasi tidak sebaiknya dilakukan dalam kondisi emosional, sehingga dirinya memilih mengambil jarak sementara sebelum menganalisis performa tim secara objektif.

"Saya selalu mengatakan, jangan berbicara terlalu banyak saat emosi. Saya perlu mundur sejenak, menilai pertandingan dengan kepala dingin, dan melihat kekuatan tim terlebih dahulu, hal-hal yang bisa kami bangun," katanya menambahkan.

Baca Juga: Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Tampil Berani Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Pelatih kelahiran Consett, Inggris tersebut melihat sejumlah hal positif dari dua pertandingan awal yang ia pimpin, meskipun persiapan tim terbilang singkat, yakni sekitar satu pekan.

Menurut Herdman, salah satu kekuatan timnas Indonesia adalah kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap berbagai sistem permainan di lapangan.

"Kemampuan berpindah antara dua sistem bertahan dalam dua hari adalah hal positif. Kami bisa menjadi salah satu tim paling adaptif di Asia, dan itu akan menjadi kekuatan besar saat menghadapi tim kuat," ucap dia.

Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat kekurangan, terutama minimnya waktu kebersamaan dengan para pemain yang berdampak pada belum optimalnya penerapan strategi dan gaya bermain.

Untuk mengatasi hal tersebut, Herdman bahkan menambah intensitas latihan, termasuk menggelar sesi tambahan di area lapangan basket kompleks Gelora Bung Karno guna memperkuat pemahaman taktik para pemain.

Baca Juga: Erick Thohir Apresiasi Kepercayaan FIFA kepada Indonesia

Ia pun berharap jeda internasional pada Juni 2026 dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas tim melalui waktu latihan yang lebih panjang.

"Kami hanya butuh waktu. Di jeda internasional Juni nanti, saya berharap punya waktu lebih panjang untuk memperkuat pola serangan—pergerakan di sepertiga akhir, timing masuk ke kotak penalti," kata pelatih berusia 50 tahun itu.

"Kami sudah masuk ke area bagus, tetapi umpan silang belum cukup tajam, belum otomatis. Itu akan datang dengan latihan lebih banyak," lanjut dia.

(Sumber: Antara)

x|close