Bloomberg Intelligence : Ekonomi Indonesia di 2026 Stabil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 18:10
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi ekonomi. Ilustrasi ekonomi. (Freepik)

Ntvnews.id, Jakarta - Pasar keuangan Indonesia mencatatkan kinerja yang beragam sepanjang 2025, dengan pasar saham mencatatkan performa terbaik dalam 11 tahun terakhir, sementara pasar obligasi dan nilai tukar menghadapi tekanan akibat arus keluar asing dan kekhawatiran fiskal. Hal tersebut tertuang dalam laporan Bloomberg Intelligence bertajuk Indonesia in Focus: Review and Outlook for 2026.

Bloomberg Intelligence mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) naik sekitar 22% sepanjang 2025, menjadi kinerja tahunan terkuat sejak 2014. “Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya partisipasi investor ritel domestik yang mencari imbal hasil lebih tinggi,” tulis laporan tersebut.

Sebaliknya, pasar obligasi pemerintah menghadapi tekanan signifikan. Arus masuk asing ke Surat Berharga Negara (SBN) hampir sepenuhnya tergerus, dengan net inflow turun menjadi hanya US$25 juta dari puncaknya US$4,6 miliar pada Agustus 2025. “Kekhawatiran terhadap outlook fiskal mendorong investor global menarik dananya dari pasar obligasi Indonesia,” tulis Bloomberg Intelligence.

Tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang melemah ke level terendah dalam delapan bulan di sekitar Rp16.790 per dolar AS, seiring defisit anggaran mendekati batas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski demikian, Bloomberg Intelligence mencatat Bank Indonesia menargetkan rupiah berada di kisaran Rp16.500, bahkan Rp16.400 per dolar AS pada 2026.

Baca Juga: Prabowo: Ekonomi Indonesia Peringkat Ke-8 Dunia, Papua Tak Boleh Tertinggal

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 4,75% pada Desember 2025. “Bank Indonesia memberi sinyal pelonggaran kebijakan secara hati-hati pada 2026, dengan stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama,” tulis laporan tersebut.

Ke depan, Bloomberg Intelligence memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil. Produk domestik bruto diproyeksikan tumbuh 5,00% pada 2026, dengan inflasi diperkirakan berada di level 2,75% secara tahunan. Namun, pasar obligasi masih berpotensi menghadapi tekanan lanjutan akibat tingginya kebutuhan penerbitan surat utang dan risiko fiskal.

Laporan tersebut juga mencatat capaian investasi Indonesia pada 2025 yang mencapai target Rp1.905 triliun. “Pencapaian ini menunjukkan daya tarik Indonesia di mata investor tetap terjaga, meski volatilitas pasar meningkat,” tulis Bloomberg Intelligence.

Selain itu, sektor ekonomi kreatif tercatat menarik investasi asing sebesar Rp132 triliun, dengan pertumbuhan PDB sektor tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Bloomberg Intelligence menilai kondisi ini menjadi salah satu penopang prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.

Secara keseluruhan, Bloomberg Intelligence memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,00% pada 2025 hingga 2027, dengan probabilitas resesi dalam 12 bulan ke depan hanya sekitar 3%.

HIGHLIGHT

x|close