Bahlil Tegaskan Batu Bara Masih Jadi Andalan PLTU demi Stabilitas Energi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mei 2026, 08:55
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berbicara dalam acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu (2/5/2026). ANTARA/Shofi Ayudiana/am. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berbicara dalam acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu (2/5/2026). ANTARA/Shofi Ayudiana/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah masih akan mempertahankan pemanfaatan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna menjaga efisiensi energi serta keterjangkauan tarif listrik bagi masyarakat.

Saat menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia memiliki cadangan batu bara yang melimpah sehingga pemanfaatannya masih dibutuhkan di tengah dinamika ketahanan energi global.

Ia menilai Indonesia tidak dapat terburu-buru meninggalkan batu bara, terlebih ketika sejumlah negara maju justru kembali membuka opsi penggunaan energi fosil tersebut.

Menurutnya, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa saat ini kembali memanfaatkan batu bara guna menjaga ketahanan energi domestik mereka.

“Sekarang Amerika buka opsi batu bara. Di Eropa membuka opsi batu bara, ada minta ke kita untuk 20 juta ton per tahun,” ujarnya.

Baca Juga: Bahlil: Indonesia Jadi Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik Kedua di Dunia

Bahlil menekankan bahwa Indonesia harus mengutamakan efisiensi serta kepentingan nasional dalam menentukan arah kebijakan transisi energi.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan batu bara masih diperlukan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional.

“Saya putuskan, saya bilang batu bara jalan aja dulu. Ini bicara tentang survival mode. Kita bicara tentang efisiensi. Jangan kita korbankan rakyat kita dengan harga listrik yang besar,” kata dia.

Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton. Angka ini turun sekitar 5,5 persen dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 836 juta ton, namun masih melampaui target produksi tahun tersebut yang ditetapkan sebesar 739,6 juta ton.

Baca Juga: Tersangka Kasus Korupsi PLTU Halim Kalla Tak Hadir Pemeriksaan karena Sakit

Dari total produksi tersebut, sekitar 514 juta ton atau 65,1 persen dialokasikan untuk pasar ekspor. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan dalam negeri melalui skema domestic market obligation (DMO), baik untuk sektor kelistrikan maupun nonkelistrikan, mencapai sekitar 254 juta ton atau 32 persen dari total produksi.

Adapun sisa produksi yang disimpan sebagai cadangan hingga akhir 2025 tercatat sebesar 22 juta ton atau sekitar 2,8 persen dari total produksi nasional.

(Sumber: Antara)

x|close