Ntvnews.id, Astana Kazaktan - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) terus memperluas jejaring internasionalnya melalui program Creative Economy Diplomatic Mission 2026. Dalam agenda yang digelar di Diplomat Hotel, Astana, Minggu, 21 Juni 2026, organisasi tersebut memperkuat hubungan Indonesia dan Kazakhstan dengan mendorong kolaborasi di sektor ekonomi kreatif, inovasi, serta pengembangan kerja sama lintas negara.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mempererat hubungan kedua negara melalui pendekatan berbasis kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian, Staf Khusus Presiden Kazakhstan Abayeva Arailym, jajaran pengurus DPP Gekrafs, diaspora Indonesia, mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), pelaku usaha Kazakhstan, komunitas kreatif, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menegaskan bahwa kehadiran Gekrafs di Kazakhstan merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas yang lebih luas antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan jaringan internasional. Ia menilai Kazakhstan memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis bagi Indonesia, khususnya dalam pengembangan sektor kreatif.
“Gekrafs Kazakstan ini harus bisa menjadi pipeline bagaimana mendistribusikan kebermanfaatan, baik itu untuk masyarakat Kazakstan maupun masyarakat Indonesia yang ada di Kazakstan. Harapan besar saya, Gekrafs Kazakstan bisa menjadi salah satu DPLN Gekrafs terbaik karena potensinya besar sekali,” ujar Kawendra dalam sambutannya.
Menurut Kawendra, ekonomi kreatif merupakan sektor yang memiliki ruang pertumbuhan sangat luas karena bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Rasanya teman-teman di Kazakstan ini setiap hari tidak lepas dari sektor ekonomi kreatif. Tentu hubungan Indonesia dengan Kazakstan selama ini sudah sangat baik, mudah-mudahan dengan hadirnya Gekrafs hubungan kedua negara semakin kuat dan semakin banyak kebermanfaatan yang bisa dihadirkan bersama,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden Kazakhstan Abayeva Arailym menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gekrafs di negaranya. Ia menilai organisasi tersebut dapat menjadi wadah baru untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Kazakhstan melalui kreativitas serta inovasi yang melibatkan masyarakat kedua negara.
“Indonesia dan Kazakstan memiliki hubungan persahabatan yang terus berkembang. Kami percaya kerja sama yang dibangun melalui kreativitas dapat membuka peluang baru serta mempererat hubungan kedua negara,” ujar Abayeva.
Abayeva juga menekankan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peranan penting dalam pembangunan masa depan karena melibatkan generasi muda dan kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing negara.
“Kazakstan selalu terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan dampak positif. Kami berharap kehadiran Gekrafs dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia dan Kazakstan untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama,” tambahnya.
Pelantikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gekrafs Kazakhstan menjadi bagian dari strategi organisasi tersebut dalam memperluas jaringan ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global. Kehadiran perwakilan di luar negeri diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi karya kreatif, talenta, dan inovasi Indonesia agar semakin dikenal di pasar internasional.
Program Creative Economy Diplomatic Mission 2026 terselenggara dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya Bank BNI sebagai official collaborator, serta dukungan dari Telkomsel, KBRI Azerbaijan, dan KBRI Kazakhstan.
Melalui agenda ini, Gekrafs kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi ekonomi kreatif Indonesia di berbagai negara. Kolaborasi yang terjalin antara Indonesia dan Kazakhstan diharapkan mampu menghadirkan peluang kerja sama berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara.
Dihadiri Staf Khusus Presiden Kazakhstan, Gekrafs Buka Babak Baru Kolaborasi Ekraf Asia Tengah