Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan Indonesia tetap menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah berbagai tantangan global, termasuk ketegangan geopolitik serta ketidakpastian ekonomi dunia.
"Indonesia ini di tengah tantangan tetap resilien, tetap baik dari segi pertumbuhan ekonomi, dari segi peraturan, policy, kebijakan juga selalu disempurnakan," kata Rosan usai menghadiri acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Rosan, forum tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus meningkatkan kepercayaan mitra internasional terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Ia menjelaskan forum itu mempertemukan kalangan dunia usaha, korps diplomatik, Kadin daerah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam satu ruang komunikasi.
Baca Juga: Rosan: Investasi Jadi Kunci Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Rosan menilai tingginya antusiasme para duta besar, kepala perwakilan diplomatik, dan pelaku usaha menunjukkan besarnya perhatian komunitas internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Ia menegaskan Indonesia terus menjaga keterbukaan terhadap investasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Saya mengapresiasi Kadin yang secara rutin setiap bulan mengadakan acara-acara yang sangat baik ini, sangat bermanfaat, tidak hanya menggabungkan para pemangku kepentingan, para dari dunia usaha, tetapi juga dari diplomatic corps. Kita selalu terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak, baik dalam maupun luar negeri," ujarnya.
Rosan menambahkan pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih terbuka sekaligus memberikan kepastian bagi para investor.
Dalam paparannya, ia menjelaskan investasi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026.
Menurut Rosan, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026 dengan kontribusi investasi sekitar 1,79 persen poin terhadap pertumbuhan tersebut.
Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi juga meningkat menjadi sekitar 31 hingga 32 persen, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang berada pada kisaran 27 hingga 28 persen.
Selain itu, realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 30,2 miliar dolar Amerika Serikat dan berhasil menciptakan sekitar 706.659 lapangan kerja.
Rosan juga mengungkapkan Singapura masih menjadi investor asing langsung terbesar di Indonesia, disusul Hong Kong, China, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Belanda.
Ia menilai kontribusi investasi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Lebih lanjut, Rosan mengatakan pemerintah juga terus melakukan pembenahan iklim investasi melalui penyederhanaan birokrasi serta peningkatan kepastian regulasi.
"Indonesia terbuka untuk bisnis. Kami mencoba memotong birokrasi, mengurangi regulasi yang tidak perlu, dan memberikan lebih banyak kepastian," ucap Rosan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (tengah) dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady (berdiri kiri) menghadiri acara (Antara)
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengatakan Indonesia tetap mampu mencatat pertumbuhan ekonomi secara konsisten di tengah tekanan global.
Menurut James, Indonesia memiliki modal penting berupa stabilitas, sumber daya, dan keterbukaan dalam menjalin kerja sama internasional.
Baca Juga: Rosan Roeslani: Investasi Sumbang 32 Persen Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026
"Perusahaan-perusahaan tidak lagi mengejar efisiensi semata, mereka mengejar kepastian. Dan Indonesia menawarkan sesuatu yang langka, yaitu skala, stabilitas, sumber daya, dan kebijakan luar negeri yang membuat setiap pintu tetap terbuka," ungkap James.
Ia juga menilai koordinasi pemerintah dalam merespons perkembangan ekonomi global menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing nasional.
Forum Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast edisi Mei 2026 itu dihadiri puluhan duta besar, kepala perwakilan diplomatik, kamar dagang asing, pimpinan Kadin daerah, serta pejabat pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi dan kerja sama investasi Indonesia.
(Sumber: Antara)
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara (Antara)