Pandu Sjahrir Sebut Pelemahan IHSG Dipicu Faktor Rupiah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 17:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri penandatanganan kesepakatan percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Jakarta, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/Aria Ananda) Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri penandatanganan kesepakatan percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Jakarta, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/Aria Ananda) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir menilai pelemahan IHSG lebih dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah dibandingkan sentimen rebalancing indeks MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

“Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI (Morgan Stanley Capital International) saja, (pergerakan IHSG) hari ini, lebih banyak faktor rupiah dan lain-lain,” kata Pandu di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Pandu menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons atas perhatian pasar terhadap pengumuman MSCI mengenai indeks saham Indonesia dan dampaknya terhadap pergerakan IHSG.

Meski demikian, ia tetap optimistis terhadap perkembangan pasar modal Indonesia, termasuk implementasi sejumlah kebijakan yang dilakukan otoritas bursa.

Baca Juga: IHSG Awal Pekan Melemah ke 6.959, Pasar Waspadai Dinamika Geopolitik Global

“Ya kita tunggu saja besok. Seharusnya semua (syarat dan catatan MSCI) sudah dimasukkan juga. Saya sudah lihat perkembangannya, bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan,” ungkapnya.

Ia berharap hasil pengumuman MSCI yang dijadwalkan pada Selasa, 12 Mei 2026 dapat membawa sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.

“Insya Allah besok (hasil pengumuman) baik,” ujar Pandu.

Menurut dia, pergerakan pasar saham Indonesia saat ini dipengaruhi berbagai faktor eksternal maupun internal, termasuk dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pandu juga menilai sejumlah reformasi yang dilakukan di pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif.

Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin pagi dibuka melemah di tengah perhatian investor terhadap rebalancing MSCI serta berbagai sentimen global dan domestik lainnya.

Baca Juga: IHSG Jumat Dibuka Menguat ke Level 7.182

IHSG tercatat turun 49,20 poin atau 0,71 persen ke level 6.920,118. Saham sektor pertambangan juga masih dibayangi sentimen kebijakan royalti tambang.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada Senin turut mengalami pelemahan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menolak proposal perdamaian Amerika Serikat dalam konflik dengan Israel.

Rupiah pada penutupan perdagangan Senin tercatat melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.414 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.382 per dolar AS.

(Sumber: Antara)

x|close