Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait nasib Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Djaka Budhi Utama bentut dugaan kasus korupsi importasi yang menyeret perusahaan Blueray Cargo.
Sebelumnya, Purbaya sempat menyatakan keputusan terkait posisi Djaka akan ditentukan pada pekan ini.
Namun, ia belum memberikan kepastian mengenai langkah yang akan diambil Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Ya nanti kita lihat ya," ujar Purbaya, Senin 25 Mei 2026.
Baca juga: Aturan DHE Sempat Molor, Purbaya Ungkap Dugaan Adanya Pengusaha Lobi Istana
Kemudian saat ditanya perihal nama Djaka yang dibawa-bawa ke persidangan kasus korupsi, Purbaya pun irit bicara.
"Yang bilang siapa, KPK ya, ya kita lihat saja," lanjutnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) buka suara terkait dugaan penerimaan uang suap oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama dalam kasus korupsi importasi yang menyeret perusahaan Blueray Cargo.
DJBC menghormati proses hukum persidangan kasus korupsi pengurusan cukai yang menyebut nama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.
“Kami menghormati proses hukum dan proses pembuktian yang sedang berjalan di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah,” kata Kepala Subditektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Purbaya Sebut Unsur Kementerian Akan Masuk Struktur DSI untuk Perkuat Pengawasan
Lebih lanjut, Budi mengatakan DJBC tidak akan memberikan komentar untuk menjaga independensi proses hukum kasus tersebut.
“Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara,” tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait nasib Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Djaka Budhi Utama bentut dugaan kasus korupsi importasi yang menyeret perusahaan Blueray Cargo. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)