Warning: mkdir(): Permission denied in /www/ntvweb/system/core/Log.php on line 131

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mkdir(): Permission denied

Filename: core/Log.php

Line Number: 131

Backtrace:

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Google Uji Fitur Baru, Situs Web Bisa Tolak Kontennya Dipakai AI Search - Ntvnews.id

Google Uji Fitur Baru, Situs Web Bisa Tolak Kontennya Dipakai AI Search

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 23:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Parlemen Uni Eropa mengganti Google dengan mesin pencari Prancis dalam upaya mewujudkan kedaulatan digital. Anadolu Agency/pri. Ilustrasi - Parlemen Uni Eropa mengganti Google dengan mesin pencari Prancis dalam upaya mewujudkan kedaulatan digital. Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Google mulai menguji fitur baru yang memungkinkan pemilik situs web mengontrol penggunaan konten mereka dalam layanan pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui fitur tersebut, pengelola situs dapat memilih untuk tidak mengizinkan kontennya digunakan dalam layanan seperti AI Overviews maupun AI Mode tanpa memengaruhi posisi mereka di hasil pencarian reguler.

Berdasarkan laporan Engadget, dikutip Kamis, 4 Juni 2026, Google akan menghadirkan opsi tersebut melalui Search Console dalam bentuk pengaturan khusus yang memberi kebebasan kepada pemilik situs untuk menentukan apakah halaman mereka dapat dijadikan sumber informasi bagi fitur pencarian generatif. Uji coba tahap awal akan dilakukan kepada sejumlah pemilik situs di Inggris sebelum diperluas ke negara lain.

Baca Juga: Google Perkenalkan Gemini Intelligence untuk Perangkat Android

Kebijakan baru ini dinilai berkaitan dengan dorongan regulator Inggris. Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (Competition and Markets Authority/CMA) sebelumnya menilai dominasi Google di sektor pencarian digital perlu diimbangi dengan perlindungan yang lebih kuat bagi penerbit dan pemilik konten. Karena itu, pemerintah Inggris pada Januari 2026 mewajibkan Google menyediakan mekanisme opt-out yang memungkinkan situs web menolak penggunaan kontennya oleh sistem AI.

Selain menghadirkan opsi penolakan penggunaan konten, Google juga memperbarui Search Console dengan sejumlah fitur analitik baru. Melalui pembaruan tersebut, pemilik situs dapat melihat halaman mana yang muncul dalam hasil pencarian AI serta mengetahui asal negara pengguna yang mengakses hasil pencarian tersebut. Google menyatakan pengembangan fitur analitik akan terus dilakukan berdasarkan masukan dari penerbit dan pemilik situs.

Baca Juga: Pengguna Baru Gmail Menangis, Google Diduga Pangkas Storage Gratis Jadi 5GB

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kritik dari industri media terhadap perkembangan pencarian berbasis AI. Banyak penerbit menilai ringkasan informasi yang disajikan AI membuat pengguna tidak lagi mengunjungi situs sumber, sehingga berpotensi menurunkan trafik dan pendapatan media digital. Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah Google memperluas kemampuan AI Overviews dan AI Mode yang mampu merangkum informasi dari berbagai sumber sekaligus memproses masukan berupa teks, gambar, video, dokumen, hingga tab peramban.

Google menyatakan akan terus berkomunikasi dengan penerbit, kreator, dan regulator guna memastikan pemilik situs memiliki kendali yang memadai terhadap penggunaan konten mereka di era pencarian berbasis kecerdasan buatan.

(Sumber: Antara) 

x|close