Infografik: Membuka Jalan Produk Ekraf Indonesia ke Panggung Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 23:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia pada triwulan I-2026 menunjukkan capaian positif menembus 7,4 miliar dolar AS. Guna meningkatkan kinerja ini, pemerintah menggulirkan upaya untuk mendongkrak daya saing komoditas lokal di pasar internasional. Ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia pada triwulan I-2026 menunjukkan capaian positif menembus 7,4 miliar dolar AS. Guna meningkatkan kinerja ini, pemerintah menggulirkan upaya untuk mendongkrak daya saing komoditas lokal di pasar internasional. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia pada triwulan I-2026 mencatatkan kinerja positif dengan nilai mencapai 7,4 miliar dolar Amerika Serikat. Capaian ini meningkat sekitar 1,4 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 7,3 miliar dolar AS.

Peningkatan tersebut menunjukkan sektor ekraf tetap menjadi salah satu motor penggerak devisa nasional.

Baca Juga: Kolaborasi Lintas Kementerian Perkuat Ekonomi Rakyat Melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Kawasan

Secara bulanan, kinerja ekspor ekraf pada awal 2026 juga menunjukkan tren stabil. Pada Januari tercatat sebesar 2,6 miliar dolar AS, kemudian Februari sebesar 2,3 miliar dolar AS, dan kembali naik pada Maret menjadi 2,5 miliar dolar AS.

Akumulasi tersebut membawa total ekspor triwulan I 2026 mencapai 27 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar 27,9 miliar dolar AS.

Berikut Infografiknya:

Ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia pada triwulan I-2026 menunjukkan capaian positif menembus 7,4 miliar dolar AS. Guna meningkatkan kinerja ini, pemerintah menggulirkan upaya untuk mendongkrak daya saing komoditas lokal di pasar internasional. <b>(Antara)</b> Ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia pada triwulan I-2026 menunjukkan capaian positif menembus 7,4 miliar dolar AS. Guna meningkatkan kinerja ini, pemerintah menggulirkan upaya untuk mendongkrak daya saing komoditas lokal di pasar internasional. (Antara)

(Sumber: Antara)

 

x|close