Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk terus menyempurnakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap.
Luhut menjelaskan bahwa pihaknya baru saja menerima kunjungan Wakil Kepala BGN beserta tim untuk membahas hasil evaluasi pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut hingga saat ini.
Menurut dia, salah satu pelajaran penting dari implementasi MBG adalah perlunya pendekatan yang lebih terukur dalam menjalankan kebijakan berskala besar. Dengan pelaksanaan bertahap, berbagai kendala dapat lebih mudah dipetakan sehingga langkah perbaikan bisa disiapkan sebelum program diperluas secara menyeluruh.
“Kami memaparkan hasil survei dan usulan-usulan kami. Sebenarnya efisiensi lagi, dan kenapa harus semuanya sekaligus. Kan bisa dibikin bertahap, sampai kita lebih paham,” kata Luhut.
Baca Juga: PBNU Dukung Keberlanjutan MBG: Ini Program Sangat Mulia
Meski demikian, ia menilai kondisi saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan pada masa awal program diluncurkan. Setelah berjalan lebih dari satu tahun, pemahaman terhadap kebutuhan operasional maupun tantangan teknis dinilai semakin meningkat.
DEN pun optimistis kualitas pelaksanaan MBG akan terus membaik dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan seiring bertambahnya pengalaman dan perbaikan tata kelola program.
Dari sisi ekonomi, Luhut menilai MBG memberikan dampak yang cukup besar karena anggaran yang digelontorkan langsung mengalir ke masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Ia juga mengakui pelaksanaan program yang berlangsung cepat pada tahap awal sempat memunculkan sejumlah persoalan di lapangan. Namun, berbagai kendala tersebut disebut telah ditangani melalui koordinasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga: Bersaksi di MK, Ahli Sebut Program MBG Konstitusional dan Dukung Perbaikan Tata Kelola
Karena itu, Luhut mengajak seluruh pihak untuk memberikan kesempatan bagi pemerintah melakukan berbagai perbaikan yang saat ini masih terus berjalan.
Sementara itu, realisasi anggaran program MBG hingga Mei 2026 tercatat mencapai Rp88,15 triliun. Angka tersebut meningkat 17,53 persen dibandingkan realisasi pada April 2026 yang sebesar Rp75 triliun.
Dari total penerima manfaat program, sebanyak 48,9 juta merupakan kalangan siswa. Adapun 14,3 juta penerima lainnya berasal dari kelompok non-siswa yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Di sisi lain, pemerintah telah memangkas pagu anggaran MBG dalam APBN 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
(Sumber: Antara)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, di Kantor DEN, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)