Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menegaskan proses pembahasan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) antara pemerintah Indonesia dan China masih terus berlangsung secara positif.
Saat ditemui setelah Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026, Wang mengatakan komunikasi antara kedua pihak berjalan intensif dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dan kementerian terkait.
“Kami terus berkomunikasi dekat dengan orang-orang penting serta kementerian terkait. Semuanya berlangsung dengan baik,” kata Wang menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui usai Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.
Wang menjelaskan bahwa pendanaan proyek kereta cepat tersebut tidak berasal dari skema utang perdagangan. Menurutnya, dana yang digunakan merupakan pinjaman dari China kepada bank pembangunan yang kemudian menyalurkan pembiayaan untuk proyek Whoosh.
Baca Juga: Purbaya Sebut Penyelesaian Utang Whoosh Rampung, Keputusan Diumumkan Prabowo
Meski demikian, ia belum bersedia mengungkap detail mengenai perkembangan terbaru atau kesepakatan yang mungkin telah dicapai dalam proses restrukturisasi tersebut.
“Masih belum memungkinkan untuk menyampaikan rinciannya di tengah diskusi yang berjalan. Yang pasti, semuanya berjalan sesuai rencana,” demikian Dubes China untuk RI tersebut.
Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa proses restrukturisasi utang proyek Whoosh sebenarnya telah selesai dan hanya menunggu pengumuman resmi.
“Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Purbaya mengatakan hasil pembahasan tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah China. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan bilateral yang telah terjalin antara kedua negara dalam jangka panjang.
Baca Juga: Rosan Sebut Skema Restrukturisasi Utang Whoosh Masih Difinalisasi
“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” kata Purbaya saat itu.
Perkembangan lain disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani pada 23 April lalu. Ia menyebut skema restrukturisasi utang proyek kereta cepat tersebut telah memasuki tahap penyempurnaan atau fine-tuning sebelum diumumkan secara resmi.
Di tengah proses tersebut, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2026 yang mengatur pembentukan Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Regulasi itu ditandatangani pada 12 Mei 2026.
Presiden juga menunjuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Terkait kelanjutan proyek Whoosh, AHY menegaskan pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada penyelesaian restrukturisasi keuangan terlebih dahulu sebelum membahas pengembangan jaringan kereta cepat ke daerah lain.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Antara)