Indonesia Hentikan Impor Solar Tahun Ini Seiring Penerapan B50

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 18:55
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, 7 Juni 2026 Arsip - Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, 7 Juni 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menargetkan penghentian impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai tahun ini bersamaan dengan penerapan program biodiesel B50 yang memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan baku utama. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa mulai 1 Juli 2026 Indonesia tidak lagi mengimpor solar karena program B50 mulai diberlakukan.

“Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,” kata Amran saat memberikan keterangan di Surabaya, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Amran, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemandirian energi melalui pemanfaatan komoditas sawit sebagai sumber energi alternatif. Ia menjelaskan bahwa sawit tidak hanya dapat diolah menjadi biodiesel, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya.

Baca Juga: Biodiesel B50 Segera Diluncurkan, Prabowo Targetkan Stop Impor Solar

“Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin,” ujarnya.

Program B50 sendiri merupakan kebijakan penggunaan bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar konvensional. Pemerintah meyakini implementasi kebijakan tersebut akan memangkas kebutuhan impor solar sekaligus menghemat devisa negara.

Selain mendorong penggunaan B50, pemerintah juga tengah mengembangkan bahan bakar lain berbasis sawit. Salah satu langkah yang disiapkan adalah kerja sama dengan PTPN IV untuk mengembangkan bensin berbahan baku sawit dalam skala awal sebelum diperluas menjadi industri yang lebih besar.

Baca Juga: Cek Fakta: Viral Jubir ESDM Dwi Anggia Tak Bisa Bedakan Solar dan Pertamax, Hoax!

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menyatakan bahwa penerapan B50 menjadi kunci untuk menghentikan impor solar pada 2026. Pemerintah menilai kebijakan tersebut akan memperkuat kedaulatan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor.

(Sumber : Antara)

x|close