Ntvnews.id, Jakarta - Kinerja perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menunjukkan tren positif hingga April 2026. Sejumlah perusahaan pelat merah bahkan mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, dengan beberapa di antaranya mengalami kenaikan hingga ratusan bahkan ribuan persen.
Berdasarkan data yang dihimpun, Minggu, 28 Juni 2026, capaian tersebut menunjukkan bahwa proses transformasi BUMN di bawah koordinasi BPI Danantara semakin berjalan secara terukur, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
Beberapa BUMN strategis tercatat berhasil meningkatkan laba secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PT Pertamina (Persero), misalnya, membukukan kenaikan laba sebesar Rp11 triliun menjadi Rp24,9 triliun atau tumbuh 80 persen.
Sementara itu, holding industri pertambangan MIND ID mencatatkan peningkatan laba sebesar Rp3,3 triliun menjadi Rp14,1 triliun atau naik 31 persen. PT Pupuk Indonesia juga mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi, dengan kenaikan laba Rp3,2 triliun menjadi Rp4,8 triliun atau melonjak 202 persen.
Di sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan kenaikan laba sebesar Rp2,8 triliun menjadi Rp21,2 triliun atau tumbuh 15 persen. PT Bank Mandiri turut mencatatkan pertumbuhan laba sebesar Rp2,5 triliun menjadi Rp21,3 triliun atau naik 13 persen.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi 250 Tahun Ini
Perusahaan jasa keuangan PT Pegadaian juga memperlihatkan kinerja impresif dengan kenaikan laba Rp2 triliun menjadi Rp4,3 triliun, atau tumbuh 87 persen.
Sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian juga berhasil berbalik mencatatkan keuntungan. PT Krakatau Steel, misalnya, berhasil membukukan laba Rp635 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian sebesar Rp981 miliar, didukung restrukturisasi dan capital support dari Danantara Asset Management (DAM).
PT Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan laba tertinggi. Laba perusahaan meningkat sebesar Rp1,3 triliun menjadi Rp1,4 triliun, atau melonjak hingga 1.339 persen.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) juga mencatatkan peningkatan laba sebesar Rp900 miliar menjadi Rp1,5 triliun atau tumbuh 169 persen.
Selain itu, PT Len Industri berhasil membalikkan kerugian Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar setelah memperoleh dukungan modal dari DAM. Sementara Agrinas Pangan bertransformasi dari posisi rugi Rp12 miliar menjadi laba Rp465 miliar.
Di sektor perbankan syariah, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan kenaikan laba sebesar Rp400 miliar menjadi Rp2,8 triliun atau tumbuh 18 persen. PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga mencatat pertumbuhan laba sebesar Rp381 miliar menjadi Rp7,2 triliun atau meningkat 6 persen.
PT Kimia Farma turut membukukan perbaikan kinerja dengan mencatat laba Rp108 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian Rp160 miliar, seiring pelaksanaan restrukturisasi dan dukungan modal dari DAM.
BUMN konstruksi PT Hutama Karya membukukan kenaikan laba sebesar Rp180 miliar menjadi Rp628 miliar atau tumbuh 40 persen. PT Semen Indonesia juga berhasil berbalik dari kerugian Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar setelah menjalankan transformasi bisnis.
Sementara itu, PT Danareksa mencatat perbaikan dari rugi Rp72 miliar menjadi laba Rp43 miliar. Holding pariwisata dan aviasi InJourney membukukan kenaikan laba Rp74 miliar menjadi Rp300 miliar atau tumbuh 33 persen.
PT Adhi Karya mencatat pertumbuhan laba yang signifikan, naik Rp60 miliar menjadi Rp69 miliar atau melonjak 667 persen. Adapun PT Sucofindo membukukan kenaikan laba Rp50 miliar menjadi Rp151 miliar atau tumbuh 49 persen.
Dua perusahaan jasa survei dan sertifikasi nasional, yakni ID Survey dan Surveyor Indonesia, juga mencatatkan pertumbuhan laba masing-masing sebesar 10 persen. ID Survey membukukan laba Rp265 miliar setelah bertambah Rp24 miliar, sementara Surveyor Indonesia mencatat laba Rp78 miliar setelah naik Rp7 miliar.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa transformasi dan konsolidasi BUMN yang dijalankan melalui BPI Danantara mulai menunjukkan hasil positif, baik melalui restrukturisasi, penguatan tata kelola, maupun dukungan permodalan yang lebih terarah. Pemerintah berharap peningkatan kinerja ini dapat terus berlanjut sehingga BUMN mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Wisma Danantara Indonesia. PRNewsfoto/Shanghai SUS Environment Co., Ltd. (Foto: Antara)