DEN: Ekonomi Indonesia Masih Cukup Baik, Tapi Pelemahan Rupiah Perlu Diwaspadai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 14:02
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyampaikan bahwa keadaan ekonomi Indonesia secara fundamental cukup baik.  Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyampaikan bahwa keadaan ekonomi Indonesia secara fundamental cukup baik. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyampaikan bahwa keadaan ekonomi Indonesia secara fundamental cukup baik. 

Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan pelemahan nilai tukar rupiah.

"Disepakati keadaan ekonomi Indonesia sebetulnya secara fundamental cukup baik. Namun kita memang menghadapi pelemahan Rupiah. Berarti kita juga harus mewaspadai bagaimana menjaga isu confidence dan trust," ucap Purbaya, Senin 29 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa DEN bersama Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepakat bahwa seluruh negara saat ini menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian. 

Baca juga: Dasco Kumpulkan Pemerintah di DPR, Bahas Stabilitas Fiskal-Moneter

Karena itu, kemampuan setiap negara dalam merespons berbagai tantangan menjadi faktor yang sangat menentukan.

"Intinya adalah yang juga di dalam pembahasan dengan beberapa lembaga yang hadir seperti Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, saya rasa semua sepakat bahwa kita semua menghadapi semua negara menghadapi keadaan global yang memang tidak pasti,"lenjutnya.

Selain menjaga stabilitas makro, pemerintah juga perlu memastikan kepercayaan pelaku pasar tetap terjaga di tengah tekanan terhadap rupiah. 

"Dan ada kesepakatan saya rasa yang tercapai bahwa yang penting adalah menjaga kestabilan makro ekonomi di jangka pendek. Ya karena kita sudah melihat dampak dari kepastian ketidakpastian global misalnya harga minyak meningkat dan dampaknya kepada inflasi yang sudah mempengaruhi inflasi dan daya beli di masyarakat," ungkap Mari.

Baca juga: Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun di BI ke Himbara hingga Akhir 2026

"Sehingga ini menjadi prioritas untuk menjaga kestabilan makro. Dan apa langkah-langkah yang perlu dilakukan baik dari segi fiskal maupun dari segi moneter dan koordinasi antara fiskal dan moneter itulah yang kita bahas," tandasnya.

x|close