Ntvnews.id, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menilai kinerja positif badan usaha milik negara (BUMN), terutama di sektor perbankan, menjadi landasan penting dalam memperkuat perekonomian Indonesia.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis,1 Juli 2026. Dony menegaskan, "Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.”
Ia mengatakan penyaluran pembiayaan perlu terus difokuskan pada sektor-sektor produktif yang mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Dony, pembiayaan bagi sektor manufaktur, program hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus terus ditingkatkan agar menghasilkan efek berganda yang lebih luas terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga: Dony Oskaria Dorong Restrukturisasi BUMN Karya Untuk Perkuat Infrastruktur Nasional
Selain mendorong pembiayaan, ia menekankan bahwa penguatan tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko tetap menjadi syarat utama agar transformasi BUMN dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan kekuatan BUMN tidak semata-mata dilihat dari besarnya aset maupun laba yang diperoleh, melainkan juga dari kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional.
Rosan mengungkapkan kapitalisasi pasar gabungan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini telah mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau setara dengan sekitar 10 persen dari total nilai seluruh perusahaan di Indonesia.
Ia mengatakan, "Bank Himbara itu kurang lebih nilainya sekitar Rp1.100 triliun, yang mencerminkan 10 persen dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia.”
Baca Juga: Danantara Merger Tujuh BUMN Logistik
Lebih lanjut, Rosan menilai perbankan tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan. Menurutnya, keberadaan bank juga harus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sektor komersial, hingga korporasi.
Sepanjang periode April 2025 hingga April 2026, sejumlah BUMN strategis tercatat membukukan pertumbuhan laba yang signifikan.
PT Pupuk Indonesia, misalnya, berhasil meningkatkan laba konsolidasi dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun.
Pada periode yang sama, PT Pertamina (Persero) juga mencatat kenaikan laba konsolidasi dari Rp13,9 triliun menjadi Rp24,97 triliun.
Kinerja positif turut terlihat di berbagai sektor lainnya, termasuk perbankan, logistik, dan industri manufaktur.
Baca Juga: Menko Muhaimin: Ketahanan dan Kemandirian Pangan Kunci Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional
PT Krakatau Steel berhasil membalikkan kondisi dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar. Pencapaian tersebut sejalan dengan keberhasilan perusahaan menurunkan beban utang dari sekitar 1,7 miliar dolar AS menjadi 1,1 miliar dolar AS.
Selain itu, PT Danareksa juga berhasil bertransformasi dari kerugian Rp72 miliar menjadi laba Rp43 miliar.
Perbaikan kinerja juga dicatat PT Kimia Farma yang beralih dari rugi Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar. Hal serupa terjadi pada PT Len Industri yang membukukan perubahan dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar, serta PT Semen Indonesia yang meningkatkan kinerjanya dari minus Rp66 miliar menjadi keuntungan Rp106 miliar
(Sumber: Antara)
COO Danantara: Kinerja BUMN fondasi untuk perkuat ekonomi nasional (Antara)