Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun kepada 135 Ribu Pelaku UMKM hingga Mei 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 10:49
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ilustrasi - Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (Antara)

Ntvnews.id, JakartaBank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp17,77 triliun kepada 135.829 pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia hingga 31 Mei 2026. Realisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam mengembangkan bisnis mikro dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan.

“Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan,” kata Bayu dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, nilai penyaluran tersebut telah mencapai 43,34 persen dari target KUR Bank Mandiri sepanjang 2026. Capaian itu juga menunjukkan percepatan dukungan terhadap pengembangan UMKM yang berperan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Baca JugaKredit Bank Mandiri Tumbuh 20,6 Persen, Tembus Rp1.580 Triliun per Mei 2026

Bayu menuturkan, penyaluran KUR dilakukan dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko secara optimal. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang berada di kisaran 1 persen.

Ia menilai keberhasilan penyaluran KUR tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor produktif di berbagai daerah.

“Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang kerja baru yang berdampak langsung pada perekonomian daerah,” ujar Bayu.

Dari total penyaluran hingga akhir Mei 2026, sebesar Rp11,29 triliun atau 63,54 persen disalurkan ke sektor produksi. Sementara itu, Rp6,48 triliun atau 36,46 persen dialokasikan untuk sektor nonproduksi.

Baca JugaBank Mandiri Perkokoh Peran Penggerak Ekonomi Negeri Lewat Ekosistem Inklusi Keuangan

“Dominasi sektor produktif tersebut sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembiayaan yang memberikan multiplier effect lebih luas,” katanya pula.

Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan total penyaluran Rp5,82 triliun atau 32,77 persen dari keseluruhan pembiayaan. Selanjutnya, sektor jasa produksi memperoleh Rp3,86 triliun atau 21,72 persen, industri pengolahan sebesar Rp1,35 triliun atau 7,60 persen, dan sektor perikanan menerima Rp249 miliar atau 1,41 persen.

Untuk mempercepat penyaluran sekaligus menjaga kualitas pembiayaan, Bank Mandiri memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop yang menghubungkan nasabah wholesale, sentra produksi, dan sektor unggulan di berbagai daerah.

Melalui strategi tersebut, perseroan mendorong terciptanya sinergi antara UMKM, pemasok, distributor, agregator, hingga off-taker dalam satu rantai nilai usaha.

“Dengan dukungan jaringan layanan yang semakin kuat dan ekosistem bisnis yang terus berkembang, kami optimistis penyaluran KUR dapat semakin mempercepat pertumbuhan sektor produktif nasional,” kata Bayu.

(Sumber: Antara)

x|close