Menkop Dorong Transformasi Koperasi Petani Tebu Demi Perkuat Industri Gula Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jul 2026, 18:01
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, saat menyampaikan pernyataan pada media, di Semarang, Jateng, Selasa, 14 Juli 2026. Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, saat menyampaikan pernyataan pada media, di Semarang, Jateng, Selasa, 14 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Semarang - Menteri Koperasi Ferry Juliantoro mendorong koperasi petani tebu melakukan transformasi agar memiliki tata kelola yang lebih profesional, produktivitas yang meningkat, serta mampu memperkuat perannya dalam mendukung industri gula nasional.

Menurut Ferry, perubahan tersebut tidak cukup hanya digerakkan oleh pemerintah, tetapi juga harus lahir dari inisiatif para petani tebu dan masyarakat.

"Ini menjadikan transformasi koperasi ini tidak hanya dikerahkan oleh pemerintah saja, tapi juga muncul dari dari bawah dari petani tebu sendiri dan dari masyarakat," katanya di Semarang, Selasa, 14 Juli 2026.

Pernyataan itu disampaikan Ferry saat menghadiri Rembuk Petani Tebu Rakyat dalam Penguatan Ekosistem Industri Gula Melalui Sinergi Koperasi Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi dan PT PG Rajawali I dalam Mendukung dan Mewujudkan Ketahanan Pangan serta Swasembada Gula Nasional se-Pulau Jawa.

Baca JugaMenkop: Arahan Presiden Koperasi Bukan hanya di Kebun Tapi Ikut Proses Produksinya

Ia menilai kemitraan yang telah terbangun antara PT PG Rajawali I dan koperasi petani tebu menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekosistem industri gula di dalam negeri.

"Program ini menjadi kelanjutan dari upaya penguatan dan transformasi koperasi petani tebu agar tata kelolanya semakin baik," katanya.

Selain itu, Ferry mengatakan dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi tidak hanya berupa akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan bagi koperasi.

"Kami juga mendapat dukungan dari LPDB Koperasi yang tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis kepada koperasi," lanjutnya.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus volume produksi tebu milik petani. Seluruh hasil panen nantinya akan diserap oleh PT PG Rajawali I untuk diolah menjadi gula beserta berbagai produk turunannya.

Baca JugaMenkop Dorong Transformasi Pokdarwis Jadi Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ferry menambahkan, hasil produksi gula itu selanjutnya akan dipasarkan lebih luas, termasuk melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah dikembangkan pemerintah.

"Harapannya, koperasi petani tebu dapat berkembang dalam skala yang lebih besar, lebih profesional, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggotanya," katanya.

Di sisi lain, Kementerian Koperasi juga akan memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian guna mendukung pembangunan sektor pertanian secara menyeluruh, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga sektor perkebunan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan petani sekaligus mempercepat pelaksanaan program strategis pemerintah.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada gula konsumsi sehingga kebutuhan masyarakat tidak lagi bergantung pada impor.

Menurutnya, pemerintah kini berfokus mewujudkan kemandirian gula rafinasi untuk kebutuhan industri, sekaligus mengembangkan energi terbarukan berbasis tebu. Saat ini, impor gula masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gula rafinasi di sektor industri, namun secara bertahap pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan gula dapat dipenuhi dari produksi nasional.

"Ke depan, arahan Presiden adalah bagaimana seluruh kebutuhan gula, baik konsumsi maupun gula rafinasi untuk industri, sebisa mungkin dipenuhi dari dalam negeri," pungkasnya.

(Sumber: Antara)
 
x|close