Groundbreaking Blok Masela, Bahlil: Setelah 28 Tahun dan 6 Presiden, Prabowo Lah yang Bisa Eksekusi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 14:52
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Prabowo Subianto (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proyek Lapangan Gas Abadi Blok Masela memasuki fase baru dengan dimulainya groundbreaking pada Kamis, 16 Juli 2026. Menurutnya, momen tersebut menjadi tonggak penting setelah proyek strategis itu menunggu realisasi selama hampir tiga dekade.

Dalam sambutannya pada acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela, Bahlil mengungkapkan bahwa pengembangan Blok Masela pertama kali dicanangkan pada 1998.

"Pada hari ini tepat pada tanggal 16 Juli 2026 kita menandai babak baru proyek abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu sudah 6 Presiden, Prabowo Subianto lah yang bisa eksekusi hari ini," ujar Bahlil, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun proyek tersebut belum terealisasi karena perdebatan mengenai konsep pembangunan fasilitas Liquefied Natural Gas (LNG), yakni apakah dilakukan di darat (onshore) atau di laut (offshore).

Baca Juga: Investasi Kuartal II 2026 Capai Rp511,8 Triliun, Rosan: Serap 742 Ribu Tenaga Kerja

Menurut Bahlil, percepatan pelaksanaan proyek dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar berbagai proyek migas yang telah mengantongi persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development atau PoD), namun belum berjalan, segera dieksekusi.

"Atas bimbingan, arahan Pak Presiden (Prabowo) untuk segera mengeksekusi dan memberikan penugasan atas seluruh konsesi perizinan migas yang sudah selesai PoD tapi tidak dilaksanakan segera dilakukan instruksi cepat," tegasnya.

Lapangan Abadi di Blok Masela merupakan lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia. Lokasinya berada sekitar 160 kilometer di lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, dengan kedalaman laut antara 400 hingga 800 meter. Potensi cadangan gas di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 6,97 triliun kaki kubik (trillion cubic feet atau TCF).

Setelah kontrak bagi hasil ditandatangani pada 1998, Inpex menemukan cadangan gas besar di Blok Masela pada 2000. Pemerintah kemudian memberikan persetujuan Plan of Development (PoD-I) pada 2019 untuk pengembangan kilang LNG berkapasitas 9,5 juta ton per tahun (MTPA), produksi gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia <b>(Istimewa)</b> Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Istimewa)

Pengembangan Lapangan Abadi menggunakan konsep green field dengan tingkat kompleksitas tinggi yang meliputi pengeboran laut dalam (deep water), fasilitas subsea,Floating Production Storage and Offloading (FPSO), hingga pembangunan kilang LNG di darat. Proyek tersebut juga diproyeksikan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Selain meningkatkan produksi energi nasional, Blok Masela juga dirancang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung transisi energi dan mencapai target pengurangan emisi karbon. Persetujuan penerapan CCS diberikan melalui revisi kedua PoD-I pada November 2023 dan dilanjutkan dengan proses Front End Engineering Design (FEED) yang resmi diluncurkan Inpex pada April 2025.

x|close