Ntvnews.id, Jakarta -Menghadapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengambil langkah sigap dengan melakukan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.
Langkah ini menjadi krusial lantaran penurunan pasokan air pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah Sulawesi Selatan diprediksi bakal berdampak langsung pada produksi daya listrik.
"Pemeliharaan ini, juga menjadi upaya mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino, sehingga semuanya dalam kondisi prima dan tak lagi ada masalah, kecuali soal cuaca," ujar General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, di Makassar, Selasa (2/9).
Edyansyah menegaskan bahwa pemeliharaan infrastruktur di wilayah Sulsel dan sekitarnya tersebut merupakan tindakan preventif guna mengoptimalkan performa pasokan sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan dalam jangka panjang.
Guna mempercepat proses perbaikan dan pemulihan, tim teknis PLN telah diterjunkan secara penuh di lapangan. Pekerjaan intensif ini mencakup sejumlah fasilitas pada sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Dampak dari pemeliharaan tersebut memicu penurunan daya mampu pasok pada sistem kelistrikan. Demi menjaga kestabilan sistem dan keseimbangan antara pasokan serta kebutuhan energi, PLN terpaksa menerapkan pengaturan beban bergilir di beberapa area Makassar dan sekitarnya. Skema pemadaman dilakukan secara bertahap dengan durasi berkisar antara 1 hingga 4 jam per sesi, menyesuaikan kondisi dinamis di lapangan.
“Petugas teknis PLN terus bekerja secara maksimal di lapangan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pemeliharaan. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, namun langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan,” jelas Edyansyah.
Masyarakat mengimbau para pelanggan untuk mengantisipasi potensi pemadaman dengan mengatur pemakaian alat elektronik serta menyiapkan pasokan listrik cadangan untuk kebutuhan mendesak. Perkembangan informasi wilayah terdampak dapat dipantau melalui aplikasi PLN Mobile, WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) setempat, maupun tautan resmi https://linktr.ee/plnsulselrabar.
Atas ketidaknyamanan yang terjadi, jajaran manajemen PLN menyampaikan permohonan maaf dan mengharapkan pengertian dari seluruh pelanggan.
Baca juga: PLN Dukung Pengembangan Geotermal Indonesia, Siap Kolaborasi untuk Ketahanan Energi Nasional
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan sementara yang dialami pelanggan. Kami memohon doa, dukungan, pengertian, dan kesabaran masyarakat selama proses pemeliharaan dan pemulihan berlangsung,” tutup Edyansyah.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi. Pemeliharaan jaringan transmisi oleh petugas PLN sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan dan kestabilan Sistem Sulbagsel. (Antara)