Ntvnews.id, Jakarta -Pengelola Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menyatakan kesiapannya untuk kembali melayani rute penerbangan internasional. Kesiapan fasilitas maupun operasional di lapangan dilaporkan telah mencapai 99,85 persen.
General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tinggal menunggu keputusan resmi dari kementerian terkait untuk pengoperasian kembali rute luar negeri tersebut.
"Untuk kesiapan pelayanan penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara saat ini, kami nyatakan sudah siap untuk melayani penerbangan internasional. Kita tinggal menunggu bandara ini ditetapkan sebagai bandara internasional," kata Granito kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Menyambut izin penetapan tersebut, pengelola bandara telah memulai penjajakan intensif dengan beberapa maskapai mancanegara. Di antaranya adalah AirAsia untuk rute penerbangan menuju Kuala Lumpur yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026, serta maskapai Scoot asal Singapura yang diproyeksikan masuk pada 2027.
Selain dua maskapai tersebut, Bandara Husein Sastranegara juga tengah bernegosiasi dengan maskapai TransNusa untuk membuka rute penerbangan langsung menuju Johor Bahru.
Granito menambahkan bahwa komunikasi intensif dengan maskapai-maskapai ini merupakan strategi utama demi menghidupkan kembali konektivitas internasional dari Kota Bandung. "Beberapa rute internasional tadi sudah kami sounding, ada Singapura, ada Kuala Lumpur, kemudian ada juga berbagai rute internasional,” ujarnya.
Dari segi teknis operasional, kapasitas apron Bandara Husein Sastranegara sanggup menampung hingga delapan armada pesawat, yang terbagi atas enam penerbangan reguler dan dua penerbangan non-reguler kategori tertentu. Seluruh fasilitas ini juga didukung penuh oleh sistem keselamatan penerbangan dan pemadam kebakaran yang memadai.
Dengan panjang landasan pacu (runway) mencapai 2.220 meter, Bandara Husein Sastranegara mampu dilayani oleh pesawat tipe Boeing 737-800.
"Kita memiliki lahan yang terbatas. Di sisi udara runway kita 2.220 meter dan tidak mungkin lagi dilakukan perpanjangan. Jadi, memang kapasitas ini rasanya sudah kapasitas maksimum yang bisa kita lakukan," jelas Granito.
Kendati berada dalam lahan yang terbatas, daya tampung terminal dinilai masih sangat ideal untuk menampung pergerakan penumpang. Luas total terminal mencapai 17.000 meter persegi, yang dialokasikan sebesar 12.000 meter persegi untuk penerbangan domestik dan 5.000 meter persegi khusus pelayanan internasional.
Melalui konfigurasi daya tampung tersebut, Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan sanggup melayani hingga 3,4 juta penumpang per tahun, baik untuk rute domestik maupun internasional.
Granito menegaskan, proses pembenahan telah menyentuh seluruh lini operasional terminal, area komersial, layanan penumpang, hingga penyiapan ruang kerja khusus bagi instansi pendukung penerbangan internasional. Sarana pendukung untuk fungsi Customs, Immigration, Quarantine (CIQ) pun telah dirancang matang bersama Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina.
Untuk menunjang kelancaran pelaporan mandiri, area domestik dilengkapi 16 konter check-in dan area internasional menyediakan 10 konter check-in, dengan masing-masing area memiliki tiga fasilitas self check-in counter. Sistem penanganan bagasi (conveyor belt) disiagakan sebanyak dua unit di area domestik dan satu unit di area internasional.
Kesiapan fisik tersebut ditopang oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat berbagai pelatihan personel. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK/ARFF) dari kategori 5 menjadi kategori 7.
"Kemudian terkait dengan sisi people, kami sudah melakukan berbagai macam pelatihan. Baik kepada petugas information, kepada petugas offsite dan lain-lain," pungkas Granito.
Kini, dengan pembenahan fasilitas terminal, kapasitas operasional yang prima, kesiapan SDM, serta negosiasi maskapai yang terus berjalan, Bandara Husein Sastranegara siap memulihkan pintu gerbang penerbangan internasional di Kota Bandung begitu keputusan pemerintah diterbitkan.
(Sumber: Antara)
General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W Hindrawan mengajak awak media meninjau kesiapan fasilitas kedatangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). (Antara)