Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Rabu 16 September 2026.
Adapun rupiah melemah 36 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.730 per dolar AS, dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan hari ini.
Menurutnya pelemahan rupiah dipengaruhi oleh imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia yang masih menunjukkan kenaikan.
Baca juga: Rupiah Selasa Pagi Melemah Tipis ke Rp17.670 per Dolar AS
Ilustrasi - Petugas menata tumpukan uang kertas rupiah saat melakukan persiapan pengisian ATM. (Antara)
Baca juga: Rupiah Tertekan Usai Inflasi Konsumen AS Naik
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS, di tengah imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia yang masih terus naik," ujar Lukman kepada Ntvnews.id, Rabu 16 September 2026.
Kondisi tersebut turut meningkatkan antisipasi investor terhadap kemungkinan sikap hawkish Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
"Memicu antisipasi investor akan sikap hawkish The Fed pada FOMC malam ini," lanjutnya.
Nilai tukar rupiah pada hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.
Pegawai menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (Antara)