Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026.
Adapun Rupiah turun 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.918 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan berpotensi pelemahan terbatas sepanjang perdagangan hari ini.
Menurut Lukman, pergerakan rupiah masih dibayangi kenaikan harga minyak dunia. Namun, tekanan tersebut berpotensi tertahan oleh koreksi indeks dolar AS serta penurunan imbal hasil US Treasury (UST).
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas tertekan oleh harga minyak dunia yang kembali naik, namun didukung oleh koreksi pada indeks dolar AS dan yield UST yang tertekan pernyataan dovish pejabat the Fed Williams," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Rabu 14 Oktober 2026.
Baca Juga: Rupiah Selasa Dibuka Melemah ke Rp17.939 per Dolar AS
Baca Juga: Rupiah Senin Pagi Menguat ke Level Rp17.894 per Dolar AS
Di sisi lain, pelaku pasar masih cenderung bersikap wait and see atau menunggu perkembangan lebih lanjut menjelang rilis data inflasi AS.
"Investor masih cenderung wait and see mengantisipasi data infasi AS malam ini," lanjutnya.
Nilai tukar rupiah pada hari ini diproyeksi akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Arsip - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). (Antara)