Ntvnews.id, Jakarta - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar pada perangkat lunaknya.
Setelah bertahun-tahun menghadirkan pembaruan bertahap, raksasa teknologi asal Korea Selatan (Korsel) itu disebut ingin merombak pengalaman pengguna melalui sistem operasi baru yang lebih terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).
Melansir Gizmochina, Rabu (14/10/2026), proyek tersebut kabarnya tengah dibahas secara internal dengan nama One UI 10 atau Galaxy OS.
Jika sesuai rencana, perangkat lunak ini diperkirakan debut bersamaan dengan seri Samsung Galaxy S28. Waktu peluncurannya dinilai cukup relevan.
One UI diperkirakan memasuki tahun kesepuluh sekitar periode tersebut, sehingga Samsung berpeluang memanfaatkan momen ini untuk menghadirkan perubahan yang lebih signifikan pada ekosistem perangkat Galaxy.
Samsung dan Google Siapkan Integrasi AI Lebih Dalam
Menurut pembocor informasi teknologi, phonefuturist, Samsung tengah bekerja sama erat dengan Google untuk memperdalam integrasi AI pada sistem operasinya.
Pendekatan ini disebut tidak sekadar menghadirkan lebih banyak fitur AI, tetapi juga menanamkan kecerdasan buatan secara lebih mendalam ke dalam sistem operasi.
Dengan begitu, AI berpotensi menjadi bagian inti dari pengalaman penggunaan perangkat Galaxy, bukan hanya fitur tambahan yang diakses melalui aplikasi tertentu.
Laporan tersebut juga mengindikasikan adanya rencana integrasi layanan pihak ketiga berbayar.
Artinya, Samsung kemungkinan akan menggabungkan fitur AI bawaan yang tersedia bersama perangkat dengan layanan mitra opsional yang dapat dikenakan biaya tambahan.
Meski demikian, belum ada informasi terperinci mengenai jenis layanan berbayar yang akan ditawarkan maupun skema biaya yang mungkin diterapkan.
One UI Berpotensi Mendapat Perombakan Menyeluruh
Selama sekitar tujuh tahun terakhir, One UI terus berkembang dengan membawa beragam fitur dan penyempurnaan antarmuka.
Samsung berhasil menjadikan antarmuka ini sebagai salah satu bagian penting dari pengalaman menggunakan ponsel Galaxy.
Namun, di balik peningkatan fitur tersebut, sebagian pengguna lama menilai tampilan One UI semakin padat dan kompleks.
Karena itu, perombakan menyeluruh berpotensi menjadi kesempatan bagi Samsung untuk menyederhanakan antarmuka sekaligus mempertahankan fitur-fitur yang selama ini menjadi andalannya.
Baca Juga: Samsung Galaxy S27 Ultra Dirumorkan Pakai Snapdragon, Exynos 2700 Absen?
Jika benar dikembangkan sebagai Galaxy OS, proyek ini juga dapat menandai perubahan pendekatan Samsung dalam membangun ekosistem perangkat lunaknya.
Fokusnya bukan hanya pada tampilan baru, tetapi juga pada integrasi sistem, layanan, dan AI yang lebih menyatu.
Meski begitu, belum ada penjelasan resmi mengenai apakah Galaxy OS akan menjadi sistem operasi yang benar-benar baru atau sekadar identitas baru untuk pengembangan One UI.
Fitur AI Galaxy dan Peluang Layanan Berbayar
Samsung tampaknya tetap menjadikan AI sebagai salah satu fokus utama pengembangan perangkat Galaxy.
Berbagai kemampuan yang telah hadir, mulai dari bantuan menulis, penyuntingan foto, penerjemahan, hingga fitur kontekstual, menunjukkan semakin luasnya peran AI dalam aktivitas sehari-hari pengguna.
Namun, semakin banyaknya fitur AI juga memunculkan pertanyaan mengenai model bisnis yang akan diterapkan Samsung ke depan.
Pengguna masih menantikan kejelasan tentang fitur mana yang akan tetap tersedia secara gratis dan mana yang berpotensi masuk ke layanan berlangganan atau kemitraan berbayar.
Jika laporan mengenai integrasi layanan pihak ketiga tersebut akurat, Samsung perlu menentukan batas yang jelas antara fitur bawaan dan layanan tambahan agar pengguna dapat memahami manfaat serta biaya yang mungkin timbul.
Di sisi lain, integrasi AI yang lebih dalam berpotensi membuat perangkat Galaxy semakin kontekstual dan praktis digunakan, selama peningkatan tersebut tidak mengorbankan kemudahan penggunaan maupun performa sistem.
Galaxy OS Masih Belum Dikonfirmasi Samsung
Perlu dicatat, Samsung belum mengumumkan secara resmi proyek Galaxy OS atau One UI 10 sebagaimana disebut dalam laporan tersebut.
Informasi mengenai kolaborasi AI, layanan berbayar, dan jadwal peluncuran bersama Galaxy S28 juga masih sebatas rumor sehingga dapat berubah sebelum peluncuran.
Untuk saat ini, laporan tersebut memberikan gambaran awal mengenai arah pengembangan perangkat lunak Samsung.
Jika terealisasi, generasi berikutnya dari One UI berpotensi membawa perubahan yang lebih besar, terutama dalam hal integrasi AI dan penyederhanaan pengalaman pengguna.
Peluncuran yang bertepatan dengan satu dekade perjalanan One UI juga dapat menjadi momentum bagi Samsung untuk memperkenalkan pendekatan baru terhadap perangkat lunak Galaxy.
Namun, detail mengenai nama, fitur, ketersediaan, dan jadwal peluncurannya masih perlu menunggu konfirmasi resmi perusahaan.
Samsung meluncurkan seri Galaxy S25 pada Rabu, 22 Januari 2025. (Foto: Dok/Samsung)