Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin 19 Oktober 2026.
Adapun Rupiah bergerak turun 8 poin atau 0,04 persen ke level Rp18.035 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan rupiah masih akan berada di bawah tekanan, baik dari faktor internal maupun eksternal.
"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan internal maupun eksternal, walau sanksi OJK serta hearing BEI mungkin dapat membantu memulihkan kepercayaan pasar," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Senin 19 Oktober 2026.
Baca juga: Rupiah Berpotensi Bertahan di Atas Rp18 Ribu per Dolar AS Pekan Ini
Baca juga: Rupiah Jebol Rp18 Ribu per Dolar AS, BI Terus Intervensi Pasar Jaga Stabilitas
Lebih lanjut, Lukman menyebut tekanan eksternal masih membayangi pergerakan rupiah.
Menurutnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia dinilai dapat menekan mata uang Garuda.
"Eskalasi di Timur Tengah dan perang Ukraina-Russia kembali melonjakan harga minyak dunia kembali menekan rupiah," lanjutnya.
Nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)