Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Kamis 22 Oktober 2026.
Adapun Rupiah turun 11 poin atau 0,06 persen ke level Rp18.033 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS.
Hal ini menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di luar perkiraan pasar.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS setelah BI diluar perkiraan tidak menaikkan tingkat suku bunga kemarin," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Kamis 22 Oktober 2026.
Baca juga: Bos BI Akui Isu MSCI Bikin Rupiah Tertekan Selama 2 Hari
Baca juga: Rupiah Dibuka Datar di Rp17.992 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan RDG BI
Lebih lanjut, ia memperkirakan pergerakan rupiah ke depan akan turut dipengaruhi sentimen di pasar saham. Apabila kondisi pasar ekuitas kembali membaik, tekanan terhadap rupiah berpotensi mereda.
"Fokus investor masih pada sentimen di pasar ekuitas yang apabila kembali membaik dapat menahan perlemahan atau bahkan menguatkan rupiah," jelasnya.
Lukman juga menyebut, investor akan mencermati perkembangan pasar keuangan global, termasuk laporan atau rumor mengenai potensi kesepakatan damai antara Iran dan AS.
"Investor juga mencermati laporan atau rumor mengenai potensi kesepakatan damai Iran-AS," tandasnya.
Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist