Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa, 3 November 2026.
Adapun Rupiah naik 7 poin atau 0,04 persen ke level Rp18.149 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.156 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berfluktuasi dalam rentang terbatas dengan kecenderungan menguat tipis.
Menurutnya, penguatan rupiah berpotensi ditopang oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup signifikan. Kondisi tersebut seiring munculnya harapan terhadap pembicaraan damai di kawasan Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan masih berfluktuatif dalam rentang ketat dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar oleh harapan pembicaraan damai Timur Tengah," ucap Lukman kepada ntvnews.id, Selasa 3 November 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.149 per Dolar AS pada Awal November 2026
Meski demikian, investor diperkirakan masih akan bersikap hati-hati.
"Namun investor umumnya masih berhati-hati di tengah minggu yang padat data ekonomi dan juga mengantispasi pemilu legislatif paruh waktu AS," lanjutnya.
Menurutnya pergerakan rupiah juga masih dibayangi sentimen negatif dari pasar saham yang cenderung lemah.
"Pergerakan rupiah juga masih akan didikte oleh sentimen di pasar ekuitas yang masih lemah," jelasnya.
Baca juga: Rupiah Masih Tertekan dalam Sepekan, Diproyeksi Bisa Tembus Rp18.320 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah pada hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.
Rupiah dan dolar AS/BRI Danareksa Sekuritas