Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 6 November 2026.
Berdasarkan data RTI Business dalam tangkapan layar sekitar pukul 10.14 WIB, IHSG berada di level 4.947 atau melemah 83,013 poin setara 1,65 persen.
Pergerakan indeks menunjukkan tekanan jual cukup kuat sejak awal perdagangan.
IHSG tercatat dibuka pada level 4.955, sempat menyentuh level tertinggi 4.969, sebelum terkoreksi hingga menyentuh level terendah 4.927.
Baca juga: Proyeksi IHSG Jumat 6 November 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada BREN dan INDY
Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 477 saham tercatat melemah, sedangkan 123 saham menguat dan 105 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 7,328 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,374 triliun.
Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 400.940 kali.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp8.658,262 triliun.
Baca juga: IHSG Balik Arah, Menguat ke Level 5.000-an pada Perdagangan Kamis Pagi
MNC Sekuritas dalam proyeksinya memperkirakan investor perlu mencermati peluang koreksi lanjutan pada rentang 4.763-4.807.
"IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] sehingga dapat dicermati area koreksi berikutnya pada rentang 4.763-4.807," tulis MNC Sekuritas.
Meski demikian, penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut untuk menguji level 5.143 sebagai area resistance terdekat.
Adapun level support IHSG berada di 4.847 dan 4.763. Sementara itu, level resistance berada di 5.143 dan 5.247.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Antara)