Danantara Bidik Kapasitas Awal Kompleks Haji Makkah Untuk 22.000 Jemaah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 20:45
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
CIO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir dalam acara Antara Business Forum (ABF) 2025, Jakarta, Rabu 19 November 2025 (ANTARA/Bayu Saputra) CIO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir dalam acara Antara Business Forum (ABF) 2025, Jakarta, Rabu 19 November 2025 (ANTARA/Bayu Saputra) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyampaikan perkembangan pembangunan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi, dengan Kawasan Thakher menjadi fondasi awal proyek yang saat ini sudah berjalan.

Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi. Area pengembangan ini memiliki luas sekitar 4,4 hektare dan berlokasi kurang lebih 2–3 kilometer dari Masjidil Haram. Di kawasan tersebut terdapat sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan yang disiapkan untuk pengembangan berikutnya, termasuk untuk kawasan komersial dan pusat ritel.

“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Menurut Pandu, pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya difokuskan pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi. Ekosistem tersebut mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan pendukung lainnya.

Baca Juga: Pengamat: Kampung Haji di Makkah, Kado Prabowo untuk Bangsa dan Umat Muslim

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Pandu.

Sejalan dengan proses akuisisi Kawasan Thakher, Pandu melanjutkan, Danantara juga tengah mengikuti serta mencermati mekanisme lelang yang dijalankan oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).

RCMC merupakan otoritas yang bertanggung jawab atas pengembangan Kota Makkah, termasuk penetapan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan berbagai proyek strategis di wilayah tersebut.

Dalam konteks itu, Danantara menempatkan pengembangan Kompleks Haji sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang diselaraskan dengan master plan Kota Makkah serta kerangka kerja yang ditetapkan oleh RCMC.

Di sisi lain, RCMC menawarkan sejumlah plot kawasan dengan beragam karakteristik, baik dari sisi lokasi, peruntukan, maupun jaraknya terhadap Masjidil Haram.

Baca Juga: Indonesia Menangkan Lelang Aset di Arab Saudi, Kampung Haji Indonesia Segera Terwujud

Adapun proses lelang tersebut meliputi tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, hingga seleksi investor yang dinilai memiliki kemampuan untuk mengembangkan kawasan sesuai dengan master plan Kota Makkah.

“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” ujar Pandu.

Pengembangan Kompleks Haji dijalankan melalui dua jalur strategis secara paralel. Jalur pertama adalah penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher, sementara jalur kedua dilakukan lewat partisipasi aktif dan penjajakan berkelanjutan dalam proses lelang yang dikelola RCMC untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.

“Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujar Pandu.

Baca Juga: Kampung Haji Perkuat Citra Indonesia di Kancah Internasional

Dalam laporannya, Danantara menyebutkan bahwa penguatan Kawasan Thakher berfungsi sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan lanjutan dalam kerangka kerja RCMC untuk kawasan-kawasan strategis lainnya di Makkah pada masa mendatang.

Pendekatan tersebut dilakukan secara selektif dan berbasis kajian menyeluruh, sejalan dengan strategi jangka panjang Danantara dalam membangun kompleks haji yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Di Kawasan Thakher, Danantara menyiapkan investasi secara bertahap yang mencakup penguatan aset awal serta belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk pengembangan kawasan.

Berdasarkan proyeksi awal, tahap pengembangan lanjutan ditargetkan memasuki fase peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 2026. Sementara itu, operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, dengan mempertimbangkan kesiapan proyek serta perizinan.

“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” ujar Pandu.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close