IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.946, Rupiah Bertahan Rp16.780 per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 10:05
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Arsip foto - Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis 8 Januari 2026 bergerak menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia dan global.

Dikutip dari Antara, IHSG dibuka menguat 1,89 poin atau 0,02 persen ke posisi 8.946,70.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,92 poin atau 0,11 persen ke posisi 870,40.

"IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900," ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam kajiannya.

Baca juga: IHSG Kinclong di Perdagangan Pertama 2026, Optimisme Investor Terus Meningkat

Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global.

Sentimen pasar juga tertekan oleh sejumlah pernyataan Trump, yang menegaskan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan buyback sebelum menyelesaikan keluhannya terhadap industri tersebut.

Selain itu, Trump menyatakan bahwa AS akan melarang investor institusional besar membeli single-family homes.

Kebijakan ini membebani saham-saham private equity, termasuk Blackstone dan Apollo Global Management.

Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati ketegangan yang terjadi antara dua negara besar yaitu Jepang dan China.

Dari dalam negeri, pemerintah akan memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan keseimbangan supply dan demand, sehingga diharapkan dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang mengalami penurunan pada tahun lalu akibat kelebihan pasokan. Kebijakan ini berpotensi berdampak positif terhadap saham terkait

Pada perdagangan Rabu (7/1/2026) kemarin, bursa saham Eropa ditutup mayoritas melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,12 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,74 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,92 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,04 persen.

Baca juga: Purbaya Optimis IHSG Tembus 10.000 pada Akhir 2026

Bursa AS di Wall Street juga ditutup mayoritas melemah pada Rabu (7/1/2026), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,94 persen ditutup di level 48.996,19, indeks S&P 500 melemah 0,34 persen ke level 6.920,95, sementara indeks Nasdaq Composite menguat 0,06 persen ditutup di 25.653,90.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 236,98 poin atau 0,46 persen ke 51.725,50, indeks Shanghai melemah 2,39 poin atau 0,06 persen ke 4.083,65, indeks Hang Seng melemah 363,45 poin atau 1,42 persen ke 26.094,00, sementara indeks Strait Times menguat 12,52 poin atau 0,28 persen ke 4.761,02.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026 bergerak stagnan 0 poin atau sama seperti penutupan hari sebelumnya yakni Rp16.780 per dolar AS.

 

HIGHLIGHT

x|close