Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendatangi kantor Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta Pusat, Rabu 14 Januari 2026.
Adapun pertemuan ini membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah mengenai optimalisasi dana umat.
Setelah bertemu Purbaya, Nasaruddin menjelaskan terkait rencananya untuk membicarakan persiapan rapat kerja Ikatan Ahli Ekonomi Syariah.
Kemudian pembahasan difokuskan pada upaya optimalisasi dana umat agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Baca juga: Nasaruddin Umar Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, Tegaskan Pentingnya Kerukunan Umat
"Dana umat yang selama ini belum aktif belum aktual kita aktualkan, sehingga berkontribusi ke kesejahteraan masyarakat," ucap Nasaruddin di Kantor Kemenkeu, Rabu 14 Januari 2026.
Sebelumnya Nasaruddin menyoroti potensi besar dana umat seperti zakat, infak, dan sedekah yang dinilainya masih belum tergarap maksimal.
Menag menyebutkan bahwa potensi dana umat dapat mencapai Rp500 triliun per tahun apabila ekosistem filantropi Islam dikelola secara profesional dan terpadu.
“Kita punya potensi mengumpulkan dana Rp1.200 triliun per tahun. Asumsikanlah 50 persen saja, tidak usah 100 persen. Berarti kita bisa mengumpulkan Rp500 triliun dana umat per tahun,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menegaskan bahwa nilai zakat yang selama ini terkumpul masih jauh di bawah potensi riil.
Baca juga: Romo Mudji Sutrisno Wafat, Menag: Selamat Jalan Sahabat Dialog Lintas Iman
Optimalisasi penghimpunan, menurutnya, memerlukan tata kelola yang profesional, terukur, dan sistematis.
“Zakat itu belum profesional. Per tahun kita bisa kumpulkan Rp180 triliun. Hal-hal kecil bagi kita, tetapi kalau itu dikumpulkan, di organisasi-organisasi, juga dengan kurban, kita bisa mengumpulkan anggaran Rp20 triliun,” ucap Menag.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar