VIDEO: Banjir Bandang Hantam Lombok Tengah, Tembok Rumah Warga Hancur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 16:10
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Banjir bandang hantam Lombok Banjir bandang hantam Lombok (mnow.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah desa di empat kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda banjir dan tanah longsor dipicu cuaca ekstrem.

Berdasarkan data sementara Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, sejumlah desa yang terdampak bencana tersebut, Desa Kuta, Desa Pengembur dan Desa Bangket Parak di Kecamatan Pujut. Desa Beleka di Kecamatan Janapria, Desa Ganti di Kecamatan Praya Timur, dan Desa Tanak Rarang Kecamatan Praya Barat.

"Sedangkan tanah longsor terjadi Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat," ungkap Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin di Mataram, Selasa.

Menurutnya banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lombok Tengah ini dilaporkan terjadi pada pukul 12.30 WITA. Banjir dan tanah longsor ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sehingga terjadinya luapan dari sungai dan drainase.

"SELASA SORE (24/2) BANJIR BANDANG MENERJANG DESA AIK LENGIS KUTA LOMBOK TENGAH MEMBUAT TEMBOK RUMAH WARGA ROBOH." tulis akun mnow.id.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Akun Netizen Kota Mataram No.1 (@mnow.id)

"Untuk warga dan infrastruktur yang terdampak masih dalam pendataan," ujarnya.

Ia menyampaikan saat ini tim baik itu BPBD NTB, TRC BPBD Kabupaten Lombok Tengah, bersama petugas kecamatan dan desa sedang turun di lokasi kejadian melakukan penanganan dan pendataan dampak bencana.

"Kondisi saat ini banjir masih menggenangi wilayah terdampak," ucap Sadimin.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada mengingat saat ini di seluruh wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncaknya.

"Adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi di dasarian III Februari 2026. Masyarakat diharapkan harus mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba," katanya.

Baca Juga: Banjir 1,5 Meter Kepung Bali, Puluhan Wisatawan Asing Dievakuasi dari Penginapan

x|close