Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan akan melanjutkan upaya restrukturisasi perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk memperkuat infrastruktur teknologi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Untuk Himbara, dengan teknologi kita akan meningkatkan supaya lebih cepat, lebih baik, lebih transparan dalam pengambilan keputusannya, mereka dalam hal-hal memberikan pinjaman kepada para nasabahnya,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam acara bertajuk Semangat Awal Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2026.
Rosan mencontohkan penguatan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) agar lebih fokus melayani segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta nasabah ritel, dengan teknologi menjadi prioritas utama.
“Misalnya seperti BRI, kita harus fokus lebih ke UMKM, retail. Nah kita perkuat di situnya. Karena kalau seperti BRI, ya tentunya teknologi menjadi hal yang sangat utama, karena mereka men-serve begitu banyak, puluhan juta bahkan ratusan juta para nasabahnya,” ujar Rosan.
Baca Juga: Danantara Akan Reformasi Perusahaan BUMN-BUMN Besar Mulai Tahun Ini
Ia juga mendorong seluruh Himbara untuk berkolaborasi dan bersinergi, tidak hanya dengan BUMN lainnya tetapi juga sektor swasta dan pihak lain.
“Karena semua sekarang di bawah Himbara, mereka ya harus berkolaborasi, harus bersinergi dengan tidak hanya dengan BUMN, tapi yang paling penting bisa dengan sektor swasta dan sektor lainnya,” ujar Rosan.
Rosan memastikan Danantara akan terus menegakkan praktik Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik di seluruh lapisan perusahaan BUMN.
“Kami menekankan sekali bagaimana tata kelola perusahaan yang baik yang benar, corporate governance, kemudian transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Itu menjadi pedoman kita yang kita ingin terapkan ke bawah secara penuh,” ujar Rosan.
Baca Juga: Danantara Mulai Groundbreaking Proyek Hilirisasi Februari 2026
Dokumen Danantara Economic Outlook 2026 menyebutkan reformasi perusahaan BUMN besar akan menjadi agenda utama tahun 2026. BBRI, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dinilai berada di posisi tepat untuk pemulihan pendapatan seiring menurunnya biaya dana dan membaiknya pertumbuhan pinjaman.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dipandang siap memberikan nilai lebih kepada pemegang saham dengan memanfaatkan aset yang lebih optimal.
Sebelumnya, Danantara telah memperoleh kredibilitas pasar dari upaya pemulihan di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Timah Tbk (TINS).
Presiden RI Prabowo Subianto menetapkan tujuan mengurangi jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 menjadi sekitar 200, yang merupakan program multi-tahun dan bukan tindakan korporasi satu tahun.
(Sumber: Antara)
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam acara bertajuk (Antara)