Bawahan Bungkam Soal Backing Pajak, Purbaya: Itu yang Saya Heran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jan 2026, 15:50
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu)Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar segera mengajukan tambahan anggaran untuk mempercepat pemulihan bencana di wilayah Sumatera. Menteri Keuangan (Menkeu)Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar segera mengajukan tambahan anggaran untuk mempercepat pemulihan bencana di wilayah Sumatera. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mewanti-wanti seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP), agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya pihak-pihak yang menggunakan backing atau perlindungan tertentu dalam urusan perpajakan. 

Ia menegaskan, segala bentuk lobi, tawar-menawar, hingga tekanan dari pihak mana pun harus dilaporkan.

"Itu yang saya heran itu gitu. Kalau saya tanya bawahan kenapa nggak gerak? Alasannya ada backing-nya. Saya tanya siapa backing-nya, diam,” ucap Purbaya di Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

Ia menegaskan, selama ini dirinya belum menerima laporan yang jelas terkait adanya backing kuat di lingkungan perpajakan. 

Baca juga: Purbaya Rotasi Pejabat Pajak Kanwil Jakarta Utara usai OTT KPK: Ini Pesan untuk Pejabat Pajak

KPK menunjukkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap terkait pemeriksaan pajak. Lima tersangka yakni Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi, Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara Agus Syaifudin, Ti <b>(ANTARA/Rio Feisal)</b> KPK menunjukkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap terkait pemeriksaan pajak. Lima tersangka yakni Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi, Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara Agus Syaifudin, Ti (ANTARA/Rio Feisal)

Nama-nama yang beredar, kata Purbaya, hanya disampaikan secara samar tanpa bukti yang jelas.

“Saya sih selama ini nggak pernah dengar ada backing. Nama-nama backing yang muncul hanya samar-samar saja. Itu yang saya tegaskan tadi, kalau ada, kasih tahu saya, kita beresin," ungkap Purbaya.

Purbaya menekankan bahwa jajaran Kementerian Keuangan termasuk DJP, mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mengamankan penerimaan negara dan menjaga ketahanan fiskal.

“Kita dibeking 100 persen oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengamankan pendapatan dan fiskal. Jadi ini bukan main-main,” bebernya.

Baca juga: Anggaran MBG Tahun Ini Tembus Rp335 Triliun, Purbaya Prediksi Hanya Terserap Rp200 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mewanti-wanti seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya pihak-pihak yang menggunakan backing atau perlindungan tertentu dalam urusan perpajakan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mewanti-wanti seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya pihak-pihak yang menggunakan backing atau perlindungan tertentu dalam urusan perpajakan.

Purbaya juga mengungkapkan komitmennya untuk memastikan target penerimaan pajak tahun ini tercapai. 

Menurutnya tidak lagi memiliki alasan untuk kegagalan pencapaian target, berbeda dengan tahun sebelumnya ketika ia masih baru menjabat.

“Kalau tahun lalu saya masih bisa bilang pendapatan pajak enggak tercapai karena saya masih baru. Tahun ini saya enggak bisa,” tandasnya.

x|close