Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Rokan, Riau, menyebabkan hilangnya produksi minyak di sumur Rokan sekitar 2 juta barel. Hal ini dibeberkan Bahlil saat rapat dengan Komisi XII DPR RI hari ini.
"Kami laporkan bahwa kami di awal tahun ini mengalami musibah kecil di Sumatera. Pipa kami bocor, sehingga potensi kehilangan (minyak) sekitar 2 juta barel di awal tahun," ujar Bahlil, Kamis, 22 Januari 2026.
Meskipun kecelakaan, lanjut Bahlil, tetaplah ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan.
Karenanya, Bahlil akan menjatuhkan sanksi bagi pejabat di lingkungan Kementerian ESDM dan BUMN terkait.
"Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait," kata Bahlil.
Ilustrasi - Salah satu lapangan migas milik Pertamina Hulu Rokan di Wilayah Kerja Rokan. (Antara)
Diketahui, ledakan pipa gas PT TGI menimbulkan kebakaran hebat di Indragiri Hilir (Inhu), Riau, Jumat, 2 Januari 2026. Sebanyak 10 orang dilaporkan terluka, lalu tiga kendaraan dan bangunan juga dilaporkan terbakar.
Selain itu, ledakan pipa gas kembali terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026 dini hari di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu.
Adapun pemulihan aliran gas di Rokan, telah menjadi perhatian Menteri Bahlil. Aliran gas di Rokan, Riau pun berangsur pulih.
Penahanan aliran gas tidak dilakukan terlalu lama, sebab langkah tersebut berpengaruh terhadap produksi minyak. Diperkirakan, produksi minyak di Rokan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (YouTube TVR Parlemen)