Purbaya: Rupiah Melemah Sebelum Thomas Djiwandono Dicalonkan Deputi Gubernur BI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jan 2026, 17:31
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan), Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kiri), dan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu (kedua kanan) foto bersama sebelum konferensi pers Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan), Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kiri), dan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu (kedua kanan) foto bersama sebelum konferensi pers (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengajuan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), bukan alasan utama dari perlemahan nilai tukar rupiah.

Menurut Purbaya, tren pelemahan rupiah sudah terjadi sebelum nama Thomas Djiwandono diajukan, sehingga isu tersebut tidak relevan untuk dikaitkan dengan pergerakan nilai tukar.

"Kalau ada lihat Rupiah melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk, melemah terus-terusan jadi itu bukan isu," ucap Purbaya di Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan ada faktor lain diantaranya kekhawatiran pelaku pasar tentang ketidakpastian global yang semakin tinggi, baik dari sisi geopolitik maupun suku bunga acuan AS.

Baca juga: Bawahan Bungkam Soal Backing Pajak, Purbaya: Itu yang Saya Heran

Bendahara Negara itu berkomitmen bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjaga stabilitas sistem keuangan

"Kita percaya Bank Sentral punya strategi yang paslah untuk mengendalikan nilai tukar, harusnya perkiraan saya hari ini menguat terus karena fundamental ekonomi kita terus diperbaiki dan akan semakin membaik. Jadi Anda nggak usah khawatir," tandasnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengajuan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bukan alasan utama dari perlemahan nilai tukar rupiah. <b>(Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)</b> Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengajuan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bukan alasan utama dari perlemahan nilai tukar rupiah. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) buka suara terkait penyebab anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, selain faktor global, ada faktor domestik yakni persepsi negatif pasar.

Dalam hal ini, Perry mengakui pencalonan Deputi Gubernur BI turut menyebabkan pelemahan rupiah.

"Ini persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan juga proses pencalonan Deputi Gubernur." ucap Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu 21 Januari 2026.

Baca juga: Purbaya Rotasi Pejabat Pajak Kanwil Jakarta Utara usai OTT KPK: Ini Pesan untuk Pejabat Pajak

Kendati demikian, Perry menegaskan proses pencalonan Deputi Gubernur BI sesuai undang-undang dan tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas dan kewenangan BI yang diklaim tetap profesional dengan tata kelola yang kuat.

"Proses pengambilan kebijakan di Bank Indonesia tetap kami pastikan dilakukan secara profesional dengan tata kelola yang kuat. Tentu saja bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk bersama menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," bebernya.

x|close