Ntvnews.id, Jakarta - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menekankan pentingnya disiplin fiskal serta konsistensi kebijakan ekonomi untuk menjaga kepercayaan investor, setelah lembaga pemeringkat internasional merevisi outlook peringkat kredit Indonesia.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menilai perubahan outlook tersebut menjadi sinyal serius yang perlu segera direspons pemerintah.
Menurutnya, persepsi risiko suatu negara sangat mempengaruhi keputusan investor, terutama bagi sektor industri yang membutuhkan investasi jangka panjang.
Meski peringkat kredit Indonesia masih berada pada level investment grade, HKI menilai perubahan outlook mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konsistensi kebijakan ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal dalam jangka menengah.
Baca Juga: Jadi Sorotan Moody's, Pemerintah Pastikan Jaga Disiplin Fiskal
Ilustrasi - Sejumlah pekerja beraktivitas pada kawasan industri tambang mineral di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/Sugiharto Purnama). (Antara)
Jika tidak segera direspons dengan langkah korektif yang jelas, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada investasi industri serta biaya pembiayaan proyek.
HKI juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase krusial proses industrialisasi.
Berbagai sektor strategis seperti elektronik, energi baru terbarukan, baterai, serta industri berbasis hilirisasi sumber daya alam membutuhkan investasi bernilai besar dan berjangka panjang.
Baca Juga: Purbaya Yakin Thomas Djiwandono di BI Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik, HKI menilai pemerintah perlu fokus mempercepat realisasi investasi yang telah memiliki komitmen.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, serta penguatan koordinasi antara kementerian dan pemerintah daerah agar proyek investasi tidak terhambat pada tahap implementasi.
(Sumber: Antara)
Fitch Rating.