Ntvnews.id, Jakarta - Momentum Ramadhan dan Lebaran 2026 diproyeksikan menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal Lebaran diperkirakan mencapai 5,6 persen secara tahunan (year-on-year), meningkat dibandingkan capaian 2025 sebesar 4,87 persen.
Tren ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi selama periode hari besar keagamaan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain pertumbuhan ekonomi, perputaran uang selama periode Lebaran juga diprediksi mengalami peningkatan. Data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mencatat perputaran uang pada 2026 mencapai Rp161,8 triliun, naik dari Rp137,9 triliun pada 2025. Angka tersebut mencerminkan tingginya aktivitas konsumsi masyarakat yang didorong oleh kebutuhan selama Ramadhan dan Lebaran.
Peningkatan tersebut tidak lepas dari sejumlah faktor pendorong, antara lain tingginya konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan pokok seperti pangan, pakaian, dan energi. Selain itu, mobilitas masyarakat yang meningkat di berbagai moda transportasi selama arus mudik dan balik turut memperbesar aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi uang yang lebih merata ke daerah juga memberikan dampak ekonomi yang luas.
Pemerintah turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan stimulus. Di antaranya pemberian ruang promosi bagi UMKM di area komersial, penyaluran bantuan sosial sebesar Rp11,92 triliun, serta diskon tarif transportasi. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri.
Baca Juga: Optimisme Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Juru Bicara Kemenko, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa setiap pengeluaran pemudik memiliki efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi. Oleh karena itu, sinergi kebijakan dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum Lebaran sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjaga stabilitas inflasi di tengah tingginya konsumsi masyarakat.
Berikut Infografiknya:
Momen Ramadhan dan Lebaran diperkirakan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dari lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat di periode tersebut serta didukung stimulus dari pemerintah. (Antara)
Momen Ramadhan dan Lebaran diperkirakan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dari lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat di periode tersebut serta didukung stimulus dari pemerintah. (Antara)