IHSG Rabu Menguat ke 7.162 Seiring Trump Kembali Tahan Serangan ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 10:49
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi 8 April 2026 bergerak menguat mengikuti bursa kawasan Asia, seiring Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menunda serangan ke Iran selama dua pekan.

IHSG dibuka menguat 191,38 poin atau 2,75 persen ke posisi 7.162,41. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 22,61 poin atau 3,22 persen ke posisi 724,27.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.920- 7.240,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya.

Dari mancanegara, sebelumnya, ketegangan meningkat setelah Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran, apabila tidak ada kesepakatan hingga pukul 20.00 waktu AS.

Namun, akhirnya Trump kembali menunda serangan, dan mengatakan bahwa tengah berada dalam negosiasi yang sangat sengit dengan Iran, setelah sebelumnya Pakistan pada akhirnya meminta perpanjangan waktu selama dua pekan untuk melakukan negosiasi.

Baca juga: IHSG Selasa Dibuka Menguat ke Level 7.001

Donald Trump mengatakan kepada The Telegraph: 'Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka hanyalah macan kertas. <b>(Telegraph)</b> Donald Trump mengatakan kepada The Telegraph: 'Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka hanyalah macan kertas. (Telegraph)
Dengan demikian, tanggal 21 April 2026 akan menjadi tenggat waktu kembali apakah negosiasi akan berhasil atau tidak setelah penundaan serangan.

Seiring penundaan serangan itu, harga minyak langsung turun tajam dengan jenis WTI turun 14,63 persen ke level 96,43 dolar AS per barel dan jenis Brent turun 12,86 persen ke level 95,22 dolar AS per barel pada pukul 09.18 WIB.

Di sisi lain, dari AS, pelaku pasar menantikan rilis risalah FOMC Meeting Minutes pada Kamis (09/04), sejauh mana The Fed memiliki proyeksi dalam membuat keputusan mengenai tingkat suku bunga.

Selain itu, berbagai data inflasi AS seperti Personal Income, Consumption, dan Spending, PCE Price Index, GDP Price Index, hingga CPI akan turut menjadi perhatian utama pelaku pasar. Data inflasi AS akan menjadi acuan bagi The Fed dalam menetapkan kebijakan moneternya.

Baca juga: IHSG Awal Pekan Melemah, Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tembus Rp17 Ribu

Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan menegaskan APBN tetap dalam kondisi kuat meski harga minyak dunia meningkat. Pemerintah telah melakukan simulasi fiskal pada berbagai skenario harga minyak (80–100 dolar AS per barel) dan memastikan defisit tetap terjaga sekitar 2,9 persen PDB.

Selain itu, disiapkan langkah efisiensi belanja dan strategi mitigasi untuk meredam dampak kenaikan harga energi. Secara keseluruhan, APBN dinilai masih memiliki ruang yang cukup untuk menyerap tekanan global, menjaga stabilitas subsidi BBM, dan tetap stabil bahkan dalam skenario terburuk.

Arsip foto - Kapal tanker minyak Inggris &quot;Stena Impero&quot; di dekat Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Kapal tanker minyak Inggris "Stena Impero" di dekat Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa. (Antara)
Namun demikian, sensitivitas APBN terhadap kenaikan harga minyak tetap tinggi, sehingga ruang fiskal bisa tertekan apabila harga energi bertahan lebih lama di level tinggi. Oleh karena itu, efektivitas efisiensi belanja dan strategi mitigasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas fiskal ke depan.

Pada perdagangan Selasa (07/04) kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,07 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,84 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,06 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,67 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street mayoritas menguat pada Selasa (07/04), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,18 persen ke 46.584,46, indeks S&P 500 menguat 0,08 persen ke 6.616,85, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,10 persen ke 24.202,37.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 2.674,44 poin atau 5,01 persen ke 56.104,00, indeks Shanghai menguat 60,23 poin atau 1,55 persen ke 3.950,40, indeks Hang Seng menguat 573,47 poin atau 2,28 persen ke 25.690,00, dan indeks Strait Times menguat 37,04 poin atau 0,75 persen ke 4.995,05. (Sumber:Antara)

x|close