A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Purbaya: S&P Pertahankan Rating Indonesia di Triple B - Ntvnews.id

Purbaya: S&P Pertahankan Rating Indonesia di Triple B

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 20:39
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melanjutkan rangkaian agenda internasionalnya di Washington DC, Amerika Serikat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melanjutkan rangkaian agenda internasionalnya di Washington DC, Amerika Serikat.


Ntvnews.id
, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kabar menggembirakan usai pertemuannya dengan lembaga rating Standard & Poor's (S&P) di Washington DC, Amerika Serikat.

Purbaya menyatakan bahwa S&P memberikan konfirmasi bahwa rating RI tetap triple B dengan Outlook yang tetap stabil.

Diketahui rating Triple B (BBB) adalah kategori "Investment Grade" (layak investasi) yang menunjukkan tingkat risiko gagal bayar (default) yang relatif rendah.

"Mereka (S&P) menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga dibawah 3 persen dari PDB,” ucap Purbaya, Kamis 16 April 2026.

Baca juga: Cek Fakta: Dana Hibah Rp11 Miliar, Video Purbaya Yudhi Sadewa Ternyata Deepfake

"Saya bilang kita konsisten dengan kebijakan itu, Presiden Prabowo telah memberikan arahan bahwa defisit kita dijaga dibawah 3 persen,” lanjutnya.

Menurut Purbaya ada consern sedikit rasio pembayaran utang terhadap pendapatan atau pajak, namun ia dan jajaran tim Kementrian Keuangan RI meyakinkan S&P bahwa hal itu bisa dikendalikan kedepan dan belum pada level yang membahayakan sesuai kondisi perbaikan pengumpulan pajak dan cukai.

"Saya sampaikan ke mereka kita sudah restrukturisasi organisasi Pajak dan Cukai supaya performnya lebih baik,” katanya.

"Dan ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan dibulan januari-maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen mereka sepetinya cukup puas,” ucap Purbaya.

"Dan beritanya agak menyenangkan buat saya bahwa S&P memberikan konfirmasi bahwa rating kita tetap triple B dengan outlook yang tetap stabil,” kata Purbaya.

Sementara respons lembaga pemeringkat rating internasional itu terhadap defisit RI yang dibawah 3 persen, Purbaya menjelaskan intinya S&P menilai pertumbuhan ekonomi RI membaik di triwulan ke IV dibanding sebelumnya.

Selain itu indikator awalnya menurut Purbaya, S&P melihat semua aktivitas makro dan mikro ekonomi RI dibawah pemerintahan Presiden Prabowo sudah membaik.

"Itu 2,9 persen pada waktu kita laporan awal tapi di angka pp nanti kira kira di angka 2,8 persen saya sebutkan indikasi itu jadi mereka sangat positif dengan rasio seperti itu,” tegasnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya: IMF, Bank Dunia, dan Lembaga Investor Global Nilai Positif Kebijakan Fiskal Indonesia

“Dan yang terpenting adalah mereka melihat bahwa pertumbuhan kita membaik di triwulan ke IV dibanding sebelumnya. Itu mungkin alasan mereka memberi konfirmasi saya kemarin bahwa outlook peringkat kita tetap stabil,” tambah Purbaya.

"Mereka mendiskusikan lebih dalam bahwa rating, pembayaran bunga, dibanding incomenya diatas 15 persen,” ucapnya.

"Saya bilang itu akan kita monitoring terus dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan tetap kita jaga dan tidak memburuk dari sisi pembayaran,” kata Purbaya.

Mengenai adanya rating yang menyatakan bahwa Indonesia memiliki resiko yang tinggi di kawasan Asia, Purbaya meluruskan bahwa penilaian Itu mengacu pada laporan yang diberikan pada hari sebelumnya sebelum digelarnya pertemuan bersama S&P.

x|close