Ntvnews.id, Jakarta - Jakarta Ecotourism Festival 2026 kembali menggelar kegiatan eksplorasi kawasan Jakarta di Kepulauan Seribu 28-30 September 2026. Puluhan peserta mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata bahari sekaligus memperluas pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan dalam pengembangan pariwisata.
Acara yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf DKI) selama 3 hari dua malam itu, peserta berangkat dari Dermaga Sunda Kelapa, Jakarta Utara.
Rombongan yang berasal dari sejumlah komunitas di Jakarta tersebut berlayar menuju Pulau Tidung Kecil dan mengunjungi Museum Tulang Ikan Hiu. Selain itu mereka juga mengunjungi Pulau Tidung Besar untuk kemudian mengekplore Pulau Pramuka.
Kegiatan Jakarta Ecotourism Festival 2026 ini dimaksudkan tidak hanya membagikan pengalaman menikmati keindahan alam. Namun juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami konsep ekowisata yang mengedepankan keseimbangan antara aktivitas wisata, kelestarian lingkungan, dan manfaat bagi masyarakat setempat.
Eksplorasi kasawan Kepulauan Seribu ini sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata berbasis alam. Namun, pemanfaatan potensi tersebut perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar kelestarian ekosistem tetap terjaga.
Di Pulau Tidung peserta disuguhkan dengan tempat rehabilitasi ekosistem terumbu karang dan mangrove, konservasi penyu hijau dan penyu sisik, serta budidaya ikan nemo.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapat kesempatan melihat langsung wisata dan pelestarian lingkungan yang berjalan bersamaan. Selain itu, di Pusat Suaka Penyu, peserta melihat langsung pelestarian penyu yang menjadi bagian penting dari ekosistem Kepulauan Seribu.
Keberadaan penyu yang semakin terancam, menjadikan tempat ini penting bagi ekosistem Kepulauan Seribu, karena manusia juga menjadi salah satu ancaman terutama karena kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Wall of Jakarta
Salah satu yang menjadi perhatian peserta adalah Wall of Jakarta di kawasan Jembatan Cinta, Pulau Tidung. Ruang ini merupakan kreativitas dan semangat masyarakat Jakarta melalui seni mural. Tempat ini menunjukkan ruang publik dapat diubah menjadi ruang ekspresi yang bebas dan penuh warna.
"Wall of Jakarta" mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena Pulau Tidung memiliki potensi besar untuk dikembangkan dari sektor pariwisata, ekonomi, maupun usaha kecil dan menengah (UKM). Kegiatan yang diselenggarakan bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta ini memadukan seni, kreativitas, hiburan, keterlibatan komunitas, serta aksi kepedulian lingkungan.
Salah satu program utama acara ini, yakni Paint the Island, menghadirkan karya mural dari enam seniman nasional meliputi Hardthirteen, GEMS, KSSA, FVNTAZE, NEBSTER, dan WKA.
Baca Juga: Bakal Ada Konser Ye Live in Jakarta 2026, Pramono: DKI Jadi Destinasi Wisata Musik Dunia
Bukan Cuma Kota, Jakarta Punya Pesona Bahari yang Wajib Dijelajahi! (DOk)