Ntvnews.id, Jakarta - Puasa Ramadhan yang dijalankan pada bulan kesembilan kalender Hijriah dilaksanakan umat Muslim di seluruh dunia sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Setelah itu, waktu berbuka atau iftar menjadi momen yang dinanti untuk menyantap hidangan khas bersama keluarga dan kerabat.
Ditulis laman News18 pada Jumat, 20 Februari 2026, sajian iftar dari kawasan Mediterania, Timur Tengah, hingga Balkan bukan sekadar makanan, tetapi juga sarat nilai budaya dan kebersamaan. Hidangan pembuka atau mezze umumnya disiapkan dalam porsi ringan, bernutrisi, dan mudah dicerna setelah seharian berpuasa.
Salah satu mezze populer adalah baba ghanoush, saus celup berbahan dasar terong panggang yang memiliki aroma asap khas. Terong dipanggang hingga lunak, kemudian dicampur dengan tahini, minyak zaitun, bawang putih, dan perasan lemon, menghasilkan cita rasa gurih yang lembut.
Ada pula hummus, pasta kental berbahan dasar buncis yang dihaluskan bersama tahini, bawang putih, dan lemon. Kaya protein serta lemak sehat, hummus biasanya disajikan dengan roti pita atau sayuran segar sehingga mengenyangkan namun tetap ringan di perut.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa hingga Waktu Sholat Jumat 20 Februari 2026
Hidangan khas lain dari Timur Tengah adalah dolma, yakni sayuran seperti daun anggur, zucchini, atau terong yang diisi campuran beras dan rempah-rempah aromatik. Dolma dapat disajikan hangat maupun pada suhu ruang, menjadikannya sajian berbuka yang praktis sekaligus lezat.
Setelah menyantap pembuka, masyarakat di kawasan Mediterania dan sekitarnya biasanya beralih ke hidangan utama yang lebih mengenyangkan dan kaya energi. Salah satunya biryani, nasi berbumbu dari beras basmati yang dimasak bersama daging dan aneka rempah aromatik. Hidangan ini sangat populer selama Ramadhan di Asia Selatan karena rasanya yang kaya serta porsinya yang cocok untuk disantap bersama.
Di Maroko, tangine domba kerap menjadi menu utama iftar. Hidangan semur ini dimasak perlahan dalam wadah berbentuk kerucut, dipadukan dengan rempah seperti ketumbar, jinten, dan kayu manis, serta tambahan sayuran dan buah kering.
Timur Tengah juga dikenal dengan kabsa, olahan nasi butir panjang yang dimasak bersama daging dan rempah seperti kapulaga serta saffron. Aromanya yang khas membuat kabsa sering dihidangkan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama keluarga saat Ramadhan.
Sementara itu, maqluba, yang berarti “terbalik” dalam bahasa Arab, menawarkan penyajian unik. Daging, sayuran, dan nasi disusun berlapis dalam panci, lalu dibalik ke piring saji sehingga tampilannya menarik. Taburan almond atau kacang pinus menambah cita rasa sekaligus mempercantik hidangan ini.
Baca Juga: Dokter: Penderita Diabetes Tetap Bisa Berpuasa dengan Pengawasan Medis
Ilustrasi hidangan penutup yang manis untuk berbuka puasa atau iftar di negara Timur Tengah (ANTARA/Pexels/Rukiye Demir) (Antara)
Baca Juga: Infografik: Durasi Puasa 2026 di Berbagai Belahan Dunia
Sebagai penutup, hidangan manis menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi iftar. Qatayef hadir dalam bentuk kue lembut mirip pancake yang diisi keju manis atau kacang, lalu digoreng atau dipanggang sebelum direndam sirup gula.
Gulab jamun, bola-bola lembut berbahan dasar susu yang direndam dalam sirup gula, juga populer di Asia Selatan. Ada pula baklava, lapisan kue phyllo renyah berisi kacang cincang dan sirup manis yang kaya rasa.
Tak ketinggalan kunafa, yang dibuat dari adonan serabut tipis berlapis keju atau krim, kemudian disiram sirup manis. Sajian ini kerap disebut sebagai mahkota hidangan penutup Ramadhan karena tekstur dan rasanya yang istimewa.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi hidangan nasi untuk berbuka puasa atau iftar di negara Timur Tengah. ANTARA/HO-Pexels/Thirdman (Antara)