Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam pihak-pihak yang menilai AS tidak memenangkan perang melawan Iran. Trump bahkan menyebut pandangan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan.
Dalam pidatonya di The Villages, Trump menyinggung kritik yang datang dari kelompok yang ia sebut sebagai kubu kiri radikal terkait konflik AS dan Iran.
"Kita mendapat pernyataan dari kelompok kiri radikal, 'Kita tidak menang, kita tidak menang.' Mereka tidak memiliki kekuatan militer lagi. Sungguh luar biasa. Sebenarnya, saya percaya itu adalah pengkhianatan, oke. Anda ingin tahu yang sebenarnya - itu adalah pengkhianatan," kata Trump, seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu, 3 Mei 2026.
Trump juga mengatakan dirinya belum ingin terlalu cepat mengklaim kemenangan dalam konflik tersebut. Menurutnya, situasi perang dengan Iran belum benar-benar berakhir.
Baca Juga: Trump Sebut Kemungkinan Raja Charles III Akan Dukung AS Lawan Iran
"Kita juga hampir sama baiknya di Iran. Tapi saya tidak suka membicarakannya sampai pekerjaan selesai," kata Trump, tanpa menjelaskan lebih jauh perbedaan situasi antara konflik tersebut dengan perang lainnya yang ia singgung.
Selama beberapa waktu terakhir, Trump berulang kali menyatakan bahwa AS telah menghancurkan kekuatan angkatan laut Iran. Ia juga menyoroti keberhasilan strategi blokade Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
Meski demikian, Iran disebut masih mempertahankan pengaruh besarnya di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.
Ilustrasi - Presiden AS Donald Trump (depan) menghadiri konferensi pers setelah KTT NATO di Den Haag, Belanda, pada 25 Juni 2025. ANTARA/HO- Xinhua/Zhao Dingzhe/pri. (Antara)