Trump Ragukan Proposal Damai Baru Iran, Isyaratkan Konflik Bisa Pecah Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mei 2026, 11:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju Gedung Putih setibanya di Washington, DC, dari Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, pada 23 Maret 2026. ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. (ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri) Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju Gedung Putih setibanya di Washington, DC, dari Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, pada 23 Maret 2026. ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. (ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan meninjau proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran. Meski demikian, Trump meragukan peluang proposal tersebut diterima, terlebih setelah seorang pejabat militer senior Iran mengindikasikan kemungkinan pecahnya pertempuran baru.

Dilansir dari AFP, Minggu, 3 Mei 2026, suasana pesimistis muncul setelah kantor berita Iran Tasnim dan Fars melaporkan bahwa Teheran telah menyerahkan proposal 14 poin kepada Pakistan selaku mediator. Proposal itu disebut mencakup penghentian konflik di seluruh lini serta pembentukan kerangka baru terkait pengelolaan Selat Hormuz yang strategis.

"Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi tidak dapat membayangkan bahwa itu akan diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir," kata Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Baca Juga: Trump Ancam Ambil Alih Kuba Secepatnya

Saat berbicara singkat dengan wartawan di West Palm Beach, Florida, Trump enggan menjelaskan secara rinci faktor yang bisa memicu kembali aksi militer terhadap Iran.

"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tetapi saat ini, kita akan lihat," katanya.

"Tetapi itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi, tentu saja," sambungnya.

Sebelumnya diketahui, perang yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel sejak akhir Februari telah dihentikan sementara sejak 8 April lalu. Namun, satu putaran perundingan damai yang digelar di Pakistan dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.

Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih pada 6 April 2026, di Washington DC. (ANTARA/Celal G&uuml;ne?/Aadolu/pri.) (ANTARA/Celal G&uuml;ne?/Aadolu/pri.) <b>(Antara)</b> Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih pada 6 April 2026, di Washington DC. (ANTARA/Celal Güne?/Aadolu/pri.) (ANTARA/Celal Güne?/Aadolu/pri.) (Antara)

Di sisi lain, tokoh senior komando pusat militer Iran Mohammad Jafar Asadi pada Sabtu menyatakan bahwa "konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi."

"Bukti telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun," tambahnya, seperti dikutip kantor berita Fars.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan kepada para diplomat di Teheran bahwa bola ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif.

"siap untuk kedua jalur tersebut." tergasnya.

x|close