Ntvnews.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa sebanyak 84 korban insiden tabrakan kereta di kawasan Bekasi Timur telah diperbolehkan pulang, sementara 17 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menuturkan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan kepada seluruh pelanggan serta keluarga yang terdampak peristiwa di Stasiun Bekasi Timur hingga proses penanganan benar-benar selesai.
"Per Senin 4 Mei 2026, sebanyak 84 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit," kata Anne dalam pernyataan di Jakarta, Senin 4 Mei 2026.
KAI memastikan bahwa pemantauan kondisi para korban dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi dengan baik.
Baca Juga: Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Anne menjelaskan bahwa pendampingan diberikan secara menyeluruh, baik kepada pelanggan yang masih dirawat maupun yang sudah kembali ke rumah.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selain itu, KAI juga membuka mekanisme klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri.
Beberapa dokumen yang harus dilengkapi meliputi bukti perjalanan, identitas diri, kuitansi serta rincian biaya pengobatan, resume medis, hingga salinan rekening.
Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian maksimal 21 hari kerja.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, layanan trauma healing masih disediakan bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan.
Pengajuan layanan dapat dilakukan melalui Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur atau melalui call center 0812-9660-5747.
Layanan ini dapat dimulai secara telemedicine dan dilanjutkan secara langsung sesuai kebutuhan.
KAI juga terus melakukan penanganan terhadap barang bawaan pelanggan yang tertinggal saat kejadian.
Hingga Senin 4 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 115 barang telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, 61 barang sudah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara 54 lainnya masih menunggu proses pengambilan.
Seluruh barang yang ditemukan telah diamankan dan didata melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
KAI mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan barang untuk segera mendatangi posko guna proses verifikasi dan pengambilan.
“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” tambah Anne.
Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 sebagai pusat layanan pendampingan, mulai dari penyediaan informasi, koordinasi administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis.
“KAI akan terus memastikan seluruh proses pendampingan berjalan dengan baik agar pelanggan dan keluarga dapat melalui masa pemulihan dengan lebih tenang dan terarah,” kata Anne.
(Sumber: Antara)
Seorang petugas mengawasi kedatangan KRL di peron stasiun, sementara penumpang menunggu untuk naik. ANTARA/HO-KAI (Antara)