A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Iran Peringatkan AS soal Eskalasi di Selat Hormuz: Kami Bahkan Belum Memulai! - Ntvnews.id

Iran Peringatkan AS soal Eskalasi di Selat Hormuz: Kami Bahkan Belum Memulai!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 04:21
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Ex Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Ex (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Negosiator senior Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar tidak terus meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul di tengah rangkaian serangan di jalur perairan strategis yang kembali memicu gejolak perang di kawasan Timur Tengah.

Militer AS sebelumnya mengklaim helikopter Apache dan Seahawk mereka telah menyerang enam kapal Iran yang dianggap mengancam jalur pelayaran komersial. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan pasukan negaranya berhasil "menghancurkan" tujuh kapal militer kecil milik Iran di kawasan tersebut.

Washington turut mengklaim berhasil menggagalkan serangan rudal dan drone pada Senin (4/5). Sementara itu, Uni Emirat Arab yang menjadi salah satu lokasi penempatan aset militer AS melaporkan adanya gelombang serangan terbaru dari Iran di wilayahnya.

Dilansir dari AFP, Rabu, 6 Mei 2026, Peringatan terbaru Teheran, disampaikan setelah Presiden Trump mengumumkan operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal negara netral keluar dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Kemlu RI: Kapal Iran di Perairan Indonesia Sesuai Hukum Internasional

Iran dan AS sama-sama mengklaim melakukan operasi militer di Selat Hormuz demi menguasai jalur laut vital yang menjadi lintasan utama pasokan minyak dan gas dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, kedua negara juga disebut menerapkan blokade maritim di wilayah tersebut.

"Kami mengetahui betul bahwa kelanjutan status quo tidak dapat ditoleransi oleh Amerika; sementara kami bahkan belum memulai," kata Ghalibaf, yang juga menjabat ketua parlemen Iran, dalam pernyataan terbaru via media sosial X.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan antara Iran melawan AS dan Israel kini meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah dan memicu guncangan ekonomi global. Meski gencatan senjata sempat berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, dampak perang disebut masih dirasakan ratusan juta orang di berbagai negara.

Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Dalam pernyataannya, Ghalibaf menuding AS dan sekutunya telah mengancam keamanan pelayaran internasional. Namun ia menegaskan pengaruh Washington di kawasan akan melemah dan Iran tidak akan menyerahkan kendali Selat Hormuz.

"Persamaan baru di Selat Hormuz mulai terbentuk. Keamanan pelayaran dan transit energi telah terancam oleh AS dan sekutu-sekutunya melalui pelanggaran gencatan senjata dan blokade; tentu saja, kejahatan mereka akan berkurang," sebut Ghalibaf dalam pernyataannya.

Baca Juga: Iran Bantah Rencana Serang UEA di Tengah Laporan Insiden di Fujairah

Iran membantah kapal tempurnya terkena serangan AS di Selat Hormuz. Sebaliknya, Teheran menuduh Washington telah menewaskan lima warga sipil setelah menyerang kapal-kapal kargo kecil di kawasan tersebut.

Ketegangan itu juga berlangsung di tengah mandeknya perundingan antara Iran dan AS. Hingga kini, kedua negara baru menjalani satu putaran negosiasi damai secara langsung.

x|close