Prabowo Akan Bahas Isu Pangan dan Energi di KTT ASEAN 2026 Filipina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 15:35
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan membawa isu pangan dan energi dalam KTT ASEAN 2026 yang digelar di Filipina.

“Besok, insyaallah, Bapak Presiden akan mengikuti KTT ASEAN di Filipina, tuan rumahnya memang Filipina. Isunya ada dua, yang pertama adalah isu pangan, yang kedua adalah energi,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Dalam sektor energi, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara. Bahlil menyoroti peran strategis nikel sebagai komoditas penting dalam pengembangan energi masa depan, khususnya untuk baterai kendaraan listrik.

“Nikel adalah salah satu komoditas energi yang bisa dikonversi untuk menjadi baterai,” ucap Bahlil.

Baca Juga: Menlu Sugiono Beberkan Alasan Prabowo Pulang Lebih Awal dari KTT ASEAN

Indonesia sendiri telah memiliki ekosistem industri baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Menurut Bahlil, tidak semua negara memiliki kemampuan tersebut, sehingga Indonesia membuka peluang kerja sama dengan negara lain di kawasan.

Ia menambahkan bahwa jika Filipina berminat untuk menjadi pemasok bahan baku nikel bagi smelter di Indonesia, maka peluang tersebut terbuka.

“Kalau Indonesia kekurangan bahan bakunya, bisa disuplai dari mana saja. Jadi, tidak ada isu kerja sama yang lebih teknis, spesifik, itu nggak ada, ya,” ujar dia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa KTT ASEAN 2026 juga akan menyoroti dampak konflik global terhadap kawasan, khususnya konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN ke-48 di Filipina 7-8 Mei, Apa yang Dibahas?

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 24 dokumen hasil yang berkaitan dengan stabilitas dan ketahanan kawasan, terutama di bidang ekonomi dan pembangunan.

Selain itu, isu Myanmar juga menjadi perhatian, dengan rencana kehadiran perwakilan non-politis dari negara tersebut dalam KTT ASEAN 2026 yang akan berlangsung di Cebu, Filipina.

(Sumber: Antara)

x|close